Laksana Niscaya

Laksana Niscaya

  • WpView
    Reads 835
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 29, 2025
Jenggala Ardyano Mahameru, laki-laki yang kerap berandang di ujung perbatasan antara desa pinggiran dengan kotanya. Setiap petang ia berpegang pada tiang berkarat di sana, mencari sang ibu dengan bermodalkan ingatan dan foto usang dalam dompetnya. Erayya, laki-laki putus sekolah yang hanya menghabiskan setengah harinya untuk bermain dan bermain. Hal yang paling ia sukai adalah sepeda dan menunggu Jenggala datang dari petang hingga malam. ... "Seengaknya, kamu bisa nikmatin hari-hari tanpa tekanan." "Meski Era gak bisa sekolah?" ... Secercah harap perlahan membawa Jenggala keluar dari belenggu sepi menuju kejutan-kejutan yang hangat. Harapannya laksana niscaya yang terpendam sejak lama. "Jika kamu percaya Tuhan tak pernah tidur. Maka ketahuilah, sabarmu pun tak akan berbuah rumpang."
All Rights Reserved
#103
eric
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • ALONE || JENO LEE
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Air Mata Elara
  • Ex or New? [REVISI]
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)
  • Sayap-sayap kertas (TERBIT)
  • A Memory of You
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines