Laksana Niscaya

Laksana Niscaya

  • WpView
    Reads 861
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 29, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
Jenggala Ardyano Mahameru, laki-laki yang kerap berandang di ujung perbatasan antara desa pinggiran dengan kotanya. Setiap petang ia berpegang pada tiang berkarat di sana, mencari sang ibu dengan bermodalkan ingatan dan foto usang dalam dompetnya. Erayya, laki-laki putus sekolah yang hanya menghabiskan setengah harinya untuk bermain dan bermain. Hal yang paling ia sukai adalah sepeda dan menunggu Jenggala datang dari petang hingga malam. ... "Seengaknya, kamu bisa nikmatin hari-hari tanpa tekanan." "Meski Era gak bisa sekolah?" ... Secercah harap perlahan membawa Jenggala keluar dari belenggu sepi menuju kejutan-kejutan yang hangat. Harapannya laksana niscaya yang terpendam sejak lama. "Jika kamu percaya Tuhan tak pernah tidur. Maka ketahuilah, sabarmu pun tak akan berbuah rumpang."
All Rights Reserved
#31
ericsohn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Renjana [COMPLETED]
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Muryeong Spirit (Novel Terjemahan)
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅

Ephemeral berlaku bagi semesta ciptaan Tuhan. Begitu juga bagi gadis berjiwa indah itu. Dia hanyalah hujan di tengah musim kemarau yang datangnya didamba. Namun, hadirnya kerap dianggap tak ada. Nathalie Abigail Putri Gavriel. "Jen, gue pengen jadi bintang paling terang di atas sana," ucap Natha. "Bintang di atas sana udah banyak, Nath. Lo gak perlu repot-repot buat menjelma jadi bintang disana, karena Lo udah jadi bintang paling terang - ..." ucap Jeno menarik perhatian Natha sehingga gadis itu menoleh ke arahnya. "Di hati gue." "Natha ... gue sayang Lo, Nath. Natha-Nya Jeno. Jeno memang bukan pacar nya Natha, tapi Jeno temen hidupnya Natha." Gadis dengan Sejuta Luka dan Nestapa. Membangun rumah untuk sekelilingnya, meskipun dirinya tak memiliki rumah tempat berkeluh kesah. Dia adalah pemilik kisah Amerta, sedang hadirnya sendiri Lengkara. "Dek!" "Hmmm?" "Gue baru baca artikel. Katanya ada siswi SMA yang sinting karena kebanyakan belajar," tutur Rafa dengan nada dibuat menyeramkan. Natha berdecih mendengar berita omong kosong itu. "Ngarang aja lo, Bang!" "Dih, gak percaya! Beneran lho?" Rafa menekankan nada bicaranya meyakinkan Sang adik. "Y. serah," pasrah Natha menimpali ucapan nyeleneh Rafa. "Jangan gila belajar, Nath ..." tegur Rafa merasa tidak tega melihat Natha belajar dengan giat. Namun, tak pernah diapresiasi. "Kalo gak belajar gue bego. Kalo bego- ... Mama Papa gak perhatian lagi sama gue," sahut si bungsu pula. "Emang kalo Lo pinter Mama Papa perhatian sama Lo?" cetus Rafa dengan spontan. Natha tersenyum miris lantas menutup buku catatan tersebut. "Nggak juga sih, mereka cuma perhatian kalo gue sakit. Apa gue sakit sakitan aja ya, Bang?" Gadis itu kemudian menoleh pada Abangnya dengan senyuman pilu. "Tuh kan! Beneran sinting kan jadinya? Gara-gara kebanyakan belajar nih pasti." Kisah ini milik Nathalie dan Nayanika. Dua sosok dalam satu raga. Satu jiwa dan satu rasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines