Anak Merah

Anak Merah

  • WpView
    Membaca 1,298
  • WpVote
    Vote 179
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadLengkap Sab, Okt 21, 2023
WpInfo
Fiksi
Fantasi
[Dark-Fantasy - Misteri - Thriller] [Juara II Another Secret Stories @AmbassadorID] Dalam seminggu, terjadi insiden menghilangnya orang-orang berdarah campuran, yang esok harinya di temukan di kawasan bekas Benteng Nippon, di desa kecil Serani di pedalaman Borneo. Banyak terjadi hal misterius, diskriminasi etnis serta mengemukanya kisah kelam Tanah Serani yang memakan banyak korban. Malam ini, Jenar, gadis remaja yang tengah hamil muda, dinyatakan hilang dari desa. Demi mencari tahu kebenaran, Bahar, kawan Jenar, seorang remaja berdarah campuran, piatu serta tuna-rungu, mendatangi tempat di mana semuanya bermuara; Benteng Nippon, yang disebut sebagai perkumpulan Anak Merah. Di mana permasalahan yang Bahar hadapi lebih dari sekadar penyekapan orang campuran oleh Anak Merah, melainkan energi gelap yang membungkus Tanah Serani sejak puluhan tahun silam. Prompt: "Mereka bilang banyak orang campuran yang disekap pada suatu gedung secara misterius kemudian ditemukan dalam keadaan tewas di pinggir jalan pada pagi berikutnya. Kamu dan teman-temanmu ialah orang yang ingin mengetahui kebenarannya, karena salah satu orang yang hilang itu adalah teman mainmu di desa. Kira-kira rahasia apa yang tersembunyi dibalik tembok-tembok batu itu saat kamu tiba?"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#796
darkfantasy
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dfoll's [✓]
  • PETUALANGAN YANG TAK DI INGINKAN
  • RIVERSIDE (END-REVISI)
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • Evanescent
  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • Proyek 17: Korban yang Terpilih

𝐈𝐥𝐮𝐬𝐢 𝐓𝐨𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐍𝐚𝐛𝐚𝐬𝐭𝐚𝐥𝐚 𝐔𝐧𝐢𝐯𝐞𝐫𝐬𝐞 - Bagian Kedua "Whispers Of Plague; When Spring Brought Death" Musim semi datang tanpa warna. Bukannya bunga, yang bermekaran adalah bau besi dan daging yang mengering di celah puing-puing. Hujan turun, membasuh arang dan abu, tapi tak pernah cukup deras untuk membasuh dosa manusia. Di antara reruntuhan negeri yang dulu bernyanyi, kini hanya angin yang menjawab, menyusuri lorong-lorong kosong dan berbisik di telinga anak-anak yang tak sempat dewasa. Gadis itu berdiri membelakangi dunia. Rambutnya pendek, berantakan, dan gaun putihnya berubah menjadi abu, seperti harapan yang dicuri oleh perang yang bukan miliknya. Ia diam, tak menangis, tak bertanya-karena jawaban tak pernah datang bagi mereka yang tertinggal. Negeri ini tidak hancur karena bom. Bukan karena api. Bukan karena kelaparan. Negeri ini hancur karena dendam. Karena satu nama yang dipelintir jadi kutukan. Karena warisan sakit hati yang diturunkan lebih cepat dari warisan tanah. Dan anak-anak lah yang membayar semuanya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan