kanvas Gina

kanvas Gina

  • WpView
    LETTURE 22
  • WpVote
    Voti 4
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, mar 13, 2024
Gina berjalan cepat menuju Rania yang sedang duduk dimeja makan. Ia memukul meja itu dengan keras "Maksud lo apa?!" Menunjukkan sebuah kertas hasil seleksi yang menyatakan bahwa Gina Aulin lulus dikampus ternama dengan jurusan ilmu hadits. "Mama mau kamu berubah, sebagai orangtua mama ingin yang terbaik untuk kamu" jelasnya dengan tenang, berusaha menenangkan anak gadisnya "Terbaik? Hahaha egois!" "Mama akan daftarin kamu les dan program-program yang berhubungan dengan seni, dengan begitu kamu tetap bisa-" ucapan rania terpotong "Persetang dengan seni! Gue gak mau lo campurin hidup gue!" Teriak Gina, wajahnya memerah penuh emosi, rahangnya mengeras menatap penuh amarah.
Tutti i diritti riservati
#392
islami
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • SAYA BUKAN SEORANG GUS
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )
  • Imam untuk Gladysa✓
  • End & Wait  (Revisi)
  • ARTAN
  • ALIF (TERBIT)
  • My Destiny With You [END]

BIASAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA‼️ "ngga ada yang ga bisa jika itu semua karena ingin mencari ridha Allah orang tua" seorang pria yang ingin sekolah di bandung bersama sepupunya, tapi terpaksa harus masuk pesantren demi mewujudkan impian orang tuanya. setelah itu dia bertemu dengan seorang wanita dan mulai jatuh cinta, sehingga dia memberanikan diri untuk bertemu dengan nya tapi, 97/100% dia sangat berharap bahwa jodohnya adalah seorang gus (keturunan kyai). "aishfa" panggilnya. "iya?" balas aishfa sopan. "maaf, saya mau ajakin kamu buat ta'aruf, kamu mau?" tanya nya dengan keringat dingin. "tapi type saya gus" jawab aishfa. "maaf saya bukan gus, dan saya tidak akan pernah bisa untuk mendapatkan gelar gus dan memberikanmu gelar ning" balasnya. "kalo begitu saya pamit, assalamualaikum" pamitnya. "ehh ustadz...." panggil seorang wanita dengan berlari kecil dari arah belakang aishfa. "dia siapa mba? mba kenal?" tanya aishfa penasaran.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti