Arneyva Tavisha

Arneyva Tavisha

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 8, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Wahai derai aku merindukan mata indah dan memancarkan daya tarik, kenapa cinta kasihku sendu. Terlihat sosok wanita berambut pendek sedang menangis di ujung jalan dengan langkah pelan tak tau arah tujuan. Kisah mana lagi yang telah kau lalui sendiri demi menjalani hidup damai yang kau inginkan itu. Ketenangan itu hanya fatamorgana belaka yang kau paksa terus menjadi nyata Arneyva Tavisha yang duduk di taman sekolah sendirian memikirkan apa yang telah dikatakan oleh Adzriel Callion beberapa hari lalu. Dia berfikir terus menerus sampai lupa bel sekolah telah berbunyi. Cila sontak menyejutkan Arneyva agar berhenti dari lamunanya.....................
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Butterfly Effect
  • Serupa Matahari Terbit
  • Haruskah Aku Menunggumu? (REVISI)
  • Azeleonard
  • Ego Cinta
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • LOVE GAME (Repost)
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat

Di usia yang telah memasuki 25 tahun, aku merasa seperti seorang penonton di pinggir lapangan, tersingkir dari hiruk-pikuk serunya kisah cinta masa remaja yang dulu begitu membara. Mati rasa kini perlahan menggerogoti diriku, mengambil alih hari-hari yang dulu dipenuhi oleh harapan dan semangat. Tak ada lagi senyuman yang muncul di pagi hari karena antusiasme akan bertemu kekasih di sekolah. Tidak ada lagi getaran hati ketika mendengar deru sepeda motor yang selalu menemaniku menuju sekolah. Tidak, tidak ada lagi. Yang tersisa hanyalah rutinitas hari-hari yang melelahkan, penuh kesal dengan pekerjaan yang semakin menumpuk, seakan-akan menyerap semua energiku. Hari-hari yang terasa monoton diisi oleh rentetan pekerjaan yang tidak ada jedanya. Aku, Ayleena Pratiwi, merindukan kupu-kupu kecil yang pernah berterbangan dalam perutuku--sensasi aneh namun menyenangkan yang dulu selalu menemaniku. Perasaan mulas disertai jantung yang berdegup kencang, yang dulu begitu intens kini hanya menjadi kenangan samar. Rasanya seperti berusaha mengingat melodi sebuah lagu yang pernah ku dengar, namun seiring waktu, liriknya hilang dari ingatan. Ah, kapan terakhir kali aku merasakannya? aku bahkan sudah lupa. UPDATE TIAP JAM 7 MALAM

More details
WpActionLinkContent Guidelines