I'm Gonna Be Selfish

I'm Gonna Be Selfish

  • WpView
    Reads 1,948
  • WpVote
    Votes 751
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2026
Sejak hari itu, statusku di rumah berubah. Aku bukan lagi kakak-hanya seseorang yang harus mengalah, diam, dan belajar menelan diri sendiri agar orang lain merasa nyaman. Aku tumbuh dengan satu kalimat yang perlahan membungkamku : "Nggak apa-apa, kasih aja buat mereka." Aku dipuji karena sabar, dibiasakan untuk menyerah, hingga suatu hari aku sadar; yang sabar itu bukan aku-yang mati perlahan itu hatiku. Di meja makan yang penuh tawa asing, aku mulai menyadari satu hal; tak ada yang akan menyuruhku menjaga diri, kecuali aku sendiri. Jadi untuk pertama kalinya, aku memilih jadi egois. Bukan demi membalas luka siapa pun, tapi demi mengumpulkan serpihan diriku yang sudah terlalu lama kubiarkan hancur. Karena kadang, menjadi egois adalah satu-satunya cara untuk tetap hidup.
All Rights Reserved
#221
sea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Consure Genius
  • BRUNCH
  • altyd skuld
  • Mas Angga✔️
  • Cerita Laut | Senan & Safa [End]
  • Sunny Diary [END]
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • Amaryllis || END

"Ada anak-anak yang dilahirkan di bawah langit cerah. Ada pula yang tumbuh di balik kelabu, dengan doa yang tak terdengar." Ara kehilangan ayahnya saat usianya baru 2,5 tahun. Ia tak sempat mengingat hangatnya pelukan seorang ayah, dan kasih ibunya pun jarang ia nikmati. Ibunya sibuk, terlalu sibuk bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Saat usia delapan, ibunya menikah lagi. Tapi kehadiran ayah tiri tak serta-merta mengobati sunyi di hati Ara. Ia tumbuh canggung, asing dengan perhatian yang datang terlambat. Kehidupan membawanya berpindah-pindah-tinggal bersama nenek, berpindah sekolah karena perundungan, lalu hidup seadanya tanpa uang saku, bahkan tanpa makan. Ia dibenci keluarga ibu kandungnya, dimarahi, diusir, dibicarakan. Namun, ia tetap bertahan, hanya karena satu hal: harapan. "Bukan cinta yang menjadikannya kuat, tapi luka yang ia peluk diam-diam." Ara ingin sukses. Ia ingin membalas cinta tulus dari orang-orang yang benar-benar menyayanginya: ibu, ayah tiri, dan nenek kecilnya. Ia ingin mengubah langit kelabu menjadi pelangi, dengan tangannya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines