KANA
  • WpView
    Reads 423
  • WpVote
    Votes 175
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 20, 2023
Kita semua kacau dan berantakan persi masing-masing. Jika siap mencintai, maka siap juga untuk kecewa 🐾 Tentang Kana yang selalu berjuang mempertahan kan kebahagiaan, meskipun sudah menyaksikan beragam luka. Di tengah semua rasa sakit yang ia alami, ada seseorang yang selalu bersama nya dalam suka maupun duka. Dan, tentang seorang perempuan yang menyia-nyiakan seorang laki-laki baik yang tulus mencintai nya tanpa merasa keberatan sedikitpun. Dunia menyuruh kita berjalan terus ke depan, tanpa menoleh ke belakang. Sementara bayang-bayang diri mu masih tertinggal jauh di belakang. Kamu melanggarnya. kamu terus menoleh kebelakang, tanpa mau melihat apa yang sudah dunia sediakan bagi mu di depan. Kamu menyadari nya, tapi semua sudah terlambat. Senja yang indah sudah tergantikan dengan gelapnya malam
All Rights Reserved
#941
trending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Let Me Love You Longer
  • My Bride 2 (Tamat)
  • ARIANA ( Lengkap )
  • Karena Kamu Rumahnya
  • DEAR ANNETHA
  • Savero Archandra || Haechan || END
  •  ANATHA
  • If we can together
  • REGRET [END]

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines