His Name is Sean [Jaemin]

His Name is Sean [Jaemin]

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 26, 2023
[On-Going] "Ada satu orang yang bisa melihatku." Sean tahu, tidak ada yang bisa melihatnya karena dia sudah mati. Dan yang membuatnya agak frustasi adalah dia tidak mengingat apapun tentang bagaimana dia bisa berakhir seperti ini. Tapi saat dirinya sedang tak sengaja bergentayangan di salah satu sekolah yang tak sengaja ia temui, hanya sekedar penasaran karena dia merasa bosan. Hingga saat langkahnya yang tak pernah berhenti itu terhenti saat ada yang menarik kemeja putihnya, Sean menoleh untuk melihat siapa yang menariknya tapi dia malah menemukan tatapan mata yang entah sudah lama ia tak rasakan. "Kenapa berkeliaran di sini.. Pak?" • • • Hai~!! Kembali dengan penulis yang sesuai mood. Pengen jadi handal tapi selalu leha-leha. Tapi ya dari semua itu, setiap tulisannya selalu dibuat dengan cinta:)) Dan dengan bismillah, saya berharap salah satu cerita saya bisa ada yang tamat lagi ahaha. Walau hanya satu cerita, sebenarnya sudah banyak yang saya tulis tapi berakhir dengan saya tarik lagi. Jadi semoga tulisan kali ini akan lebih lancar dan tentu aja makin membuat kalian baper lagi eheh(⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧ Kalau begitu, selamat membaca dan selamat datang di dunia dimana kamu akan dibawa menuju dunia perhaluan~ HAPPY READING(⁠~⁠ ̄⁠³⁠ ̄⁠)⁠~ [14-11-2023]
All Rights Reserved
#56
tragic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • Renjun- NCT DREAM
  • NOMIN-MARKHYUCK | Est-ce que t m'aimes ?
  • I'm Not Perfect ||《NA JAEMIN》
  • Are You A Psychopath ? - Nomin
  • Meet Again .
  • Red String » Haechan X You
  • Rahasia Asrama Tua (End)
  • The Terror [NCT Dream] ✔️
  • Orange Maple » Chenle X You

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines