Seana
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 7, 2023
Ada banyak hal yang tak aku mengerti di dunia ini, tentang kehidupan yang aku jalani dan tentang hal yang aku alami. Entah mengapa semesta menitipkan segalanya padaku, padahal aku tak sekuat yang aku pikir. Hampir menyerah? tentu saja bahkan rasanya aku tak sanggup untuk menjalani hidup ini lagi, Bertahan atau tidak aku akan mengikuti alurnya... Untuk menemukan kebahagian saja, rasa nya seperti melewati jalan yang berduri hingga luka nya terasa begitu perih. Butuh waktu untuk mengobati nya, sembuh itu pasti tetapi luka nya tak akan benar benar menghilang seutuhnya. Satu hal yang membuat ku yakin untuk menjalankan kehidupan ini bahwa tuhan tengah menuntunku untuk menemukan dimana kebahagian itu berada. Aku percaya pada akhirnya setiap manusia memiliki penderitaan dan kebahagian yang tak akan pernah diketahuinya, Hanya saja terkadang mereka lupa rencana tuhan jauh lebih indah dari yang kita duga.
All Rights Reserved
#725
kebahagian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Till I Meet You
  • 24/7-VerDika (BxB)🔞
  • Halaman Hidupku
  • ruang
  • Kamu, Aku dan Dia
  • Langit untuk Asa
  • Gabby
  • UNREQUITED LOVE
  • Alma

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines