Maaf ayah, aku menyerah

Maaf ayah, aku menyerah

  • WpView
    Reads 253
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 18, 2023
Seorang gadis cantik berjuang untuk mendapatkan kembali kebahagiaannya yang telah lama hilang. Demi mendapatkan kebahagiaan itu, ia harus berani menerjang pahitnya kehidupan bersama anxiety dalam dirinya. Trauma akibat kehilangan membuat ia takut ditinggalkan dan bahkan sempat membenci hidupnya. Dalam usaha mendapatkan kebahagiaan itu, ucapan sang ayah membuatnya sadar bahwa selama ini, apa yang ia terima adalah buah dari apa yang ia pilih dahulu. Hidupnya berantakan, kesehatan mentalnya hancur, itu bukan karena takdir Tuhan, tapi karena pilihannya sendiri. "Hidup itu pilihan kak, apa yang kamu terima adalah buah dari apa yang kamu pilih dulu. Sama halnya dengan kematian ibumu".
All Rights Reserved
#49
pilihkasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • 7 Seconds
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Let Me Love You Longer
  • SELF LOVE
  • Kembali Gerimis (END)
  • You Are Mine [Terbit]
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • ARIEANNA

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines