Layar Bisik

Layar Bisik

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 17, 2024
Rael melihat Graha sebagai warna abu-abu yang sebenarnya, dan segalanya tentangnya adalah samar, sulit ditebak. Seperti sinar matahari yang berusaha menembus jendela, Rael mencoba untuk mengungkap rahasia di balik sosok Graha, menerangi sebagian namun tak pernah dapat meraih keseluruhan. Melalui kisah singkat dan manis ini, Rael akan menunjukkan bahwa cinta adalah hal yang benar-benar rumit. "Untukmu Graha Sisnu Sinaga, aku mengenalmu dalam lintas masa yang tak terduga, kita dua daksa yang dipertemukan dengan segala runyam yang terkadang membuatku ingin berhenti. Berhenti agar tidak semakin dalam memasuki dunia mu."
All Rights Reserved
#635
bucin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ranjau Waktu
  • TACENDA
  • My Trap
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • love ruins
  • KERLIP BINTANG CINTA
  • Story Rhea (Ongoing)
  • Mungkin Suatu Hari Nanti
  • FLAMBOYAN

Banyak yang bilang, masa putih-abu adalah saat yang tepat untuk cinta bersemu. Dua hati bertemu, bunga-bunga pun bermekaran. Serasa dunia milik berdua, yang lain buang saja ke lautan. Cinta, satu kata penuh makna. Berjuta tafsiran di sandingkan padanya. Arfan dengan game? Ya, itu cinta. Toro dengan konspirasi alien? Ya, itu cinta. Pak Galuh dengan tengkorak manusia purba? Ya, itu cinta. Pak Rama dengan ulangan matematika dadakan? Jangan percaya. Kalau yang ini bukan cinta namanya. Si Bapak saja yang terlalu senang membuat muridnya menderita. Apapun pendapat kalian soal cinta, itu hak kalian untuk percaya. Merupakan hak-ku pula untuk memilih apa yang mau ku yakini. bagiku, cinta itu omong kosong, penderitaan, bajingan, menjijikkan, ku biarkan kata-kata itu tertanam dalam kepercayaan; di biarkan menggebu, bersatu dengan emosi yang semakin berkobar bersamaan dengan panasnya telinga saat mendengar kikikan Ibu di halaman belakang. Ahh, yang lagi kasmaran. Bertelepon dengan selingkuhannya lagi, tuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines