GAS ALAM
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 2, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Bisa nggak kalian bayangin gimana ramainya rumah tingkat tiga terus ada 27 kamar dan semua kamar terisi. Berarti totalnya ada 27 makhluk hidup di sana. Dengan berbagai karakteristik. Ada yang memang pendiam alias menghindari kericuhan, ada juga yang hobinya bikin drama ala-ala. Jadi kebayang, kan, gimana ramainya itu rumah? Dari 27 orang itu yang sifatnya tertutup bisa dihitung jari. Dan disini lah kisah mereka dimulai. Penasaran? Baca makanya!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • As Possible
  • RUMAH PENUH KECERIAAN
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • CULIK????
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • the color of your last letter[end]
  • Kwangya Residence
  • Informed Consent

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines