SAATNYA MENIKAHIMU

SAATNYA MENIKAHIMU

  • WpView
    Reads 96,849
  • WpVote
    Votes 2,092
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 5, 2025
Enam tahun Tiara bersembunyi dari masa lalunya. Berusaha mengubur luka hatinya dari cinta pertamanya. Bramantyo Aromi Pratama. Selama ini wanita itu merasa aman bersembunyi. Tapi siapa yang menyangka bahwa selama enam tahun itu ternyata pria itu tidak pernah membuatnya bebas. Hidup Tiara dikendalikan Bramantyo dari jarak yang sangat jauh. Pria itu sengaja membiarkannya bebas hingga nanti saatnya dia kembali. Tiara akan menjadi tujuan akhir pria itu saat kembali ke tanah air.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marrying the Young Master
  • MY  Hot Bodyguard (PROSES REVISI)
  • The Perfect Mess
  • Crazy Love
  • Dia Pacarku! (21+)
  • Kamu Jodohku
  • Pacar Halal Presiden Mahasiswa

[Karena mengandung unsur DEWASA maka SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE. FOLLOW SEBELUM MEMBACA. Biar nyaman bacanya😄] Tiara terpaksa menjadi istri Darka, putra pemilik yayasan panti asuhan di mana Tiara tinggal sejak kecil. Tiara melakukan hal tersebut hanya karena dirinya ingin berbalas budi pada pemilik yayasan. Sayangnya, niat baik Tiara tidak serta merta berbuah manis. Darka adalah pria paling berengsek yang pernah Tiara kenal. Darka tidak pernah memperlakukan Tiara selayaknya seorang istri. Darka masih saja hidup selayaknya pria bujang yang bebas. Bahkan, Darka sama sekali tidak sungkan untuk berhubungan selayaknya pasangan suami istri dengan wanita simpanannya secara terang-terangan di hadapan Tiara. Setelah semua itu, Tiara pun berusaha untuk menutup telinga, mata, mulut, hingga menutup hatinya. Ia tidak ingin mendapatkan luka lebih dari ini. Namun, sampai kapankah Tiara bisa hidup seperti ini? "Apa aku memang setidak pantas itu untuk menjadi istrimu?"-Tiara Alvia "Ayolah, orang tuamu saja membuangmu. Lalu kau pikir, dirimu yang seperti sampah itu pantas untukku? Jangan bermimpi!"-Darka Parama Al Kharafi

More details
WpActionLinkContent Guidelines