Selisih

Selisih

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 27, 2026
Layla Putri Hasan selama ini sudah berusaha keras untuk bertahan hidup. Ia hanya punya seorang Ibu dalam hidupnya. Gadis bercadar itu bekerja keras membantu sang Ibu membuat pesanan katering diwaktu sisanya pulang sekolah. Selama ia hidup, semua ia hadapi dengan lapang dada. Hingga datang padanya seorang remaja lelaki, teman sekelasnya di sekolah yang sudah usil sejak pas pertama masuk sekolah. Perubahan tentang hidup harus dijalankan dengan lapang dada berubah menjadi menjalani hidup dengan misuh-misuh, bagaimana tidak jika setiap harinya pemuda itu selalu saja membuat tingkah yang mampu membuat Layla pusing tujuh keliling "Ih, Bun, uang belanja rumah teh apa udah habis? Kok bekalnya mie goreng mulu?," "Abi..!" "Apa Ummi?" "Ciee....Cie." Dan masih banyak lagi gurau lelaki itu yang selalu membuat heboh kelas mereka hingga Layla dan Abinanda di juluki 'Pasutri IPA 2' dan tawa teman-temannya yang membuat Layla malu bukan kepalang. "Kenapa sebenarnya kamu susah buat nerima kalau aku ternyata suka sama kamu, Lay?" "Ya.. karena selisih, Bi."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines