[ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
"Mengapa hanya aku, yang mendapatkan nasib sial?"
Geando Geirandolf, seorang pemuda jurusan teknologi yang memiliki kriteria pemuda jenius. Tinggal bersama dengan adiknya tercinta, kerap ingin memulai hidup mandiri. Jika, sebuah permasalahan besar masih menggantungkan kedua orang tua. Geando menolak segala permasalahan, yang masih melibatkan hal tersebut. Karena hidup mandiri, adalah kunci utama dirinya mencapai puncak pelepasan. Geando selalu berusaha, untuk melakukan semuanya sendiri. Demi menjadikan dirinya, pribadi yang mandiri dan mengerti bahwa, tidak selamanya hidup layaknya benalu.
Dirinya meminta, untuk diberi pengharapan berupa: Kebahagiaan dalam bentuk apapun. Termasuk keluarga, teman, lingkungan, bahkan cinta.
Namun, permasalahan berat selalu menimpa dirinya setiap hari. Bahkan, dari dunia percintaan, dunia masalalu, dunia pendidikan, hingga dunia kekeluargaan menjadi salah satu ruang hampa baginya. Ini bukan sebuah permainan semata, namun perjalanan yang ditempuh secara nyata. Ini bukan mimpi baginya, melainkan nyata adanya. Bisakah, Geando mendapatkan kebahagiaan selamanya?
πͺ‘ : πππππ ππππ πππππππ! ππππ πππππππ!
[PART LENGKAP]
May contain some mature convos & scenes.
Siapa sih yang tidak ingin pernikahan dengan pujaan hatinya? Rasa berdebar bersalut bahagia ketika pertama kali bertemu di altar untuk mengucap janji sehidup semati. Atau bagaimana jantung berdegup riang setiap teringat bagaimana tatapan bahagia yang diberikan oleh pasangan yang akan berada di saat susah dan senang bersamanya.
Hanya orang jahat yang akan merebut kebahagiaan itu dari pasangan yang berbahagia dan menjadikannya semu. Oh, aku adalah orang jahat itu dan ini adalah ceritaku menyusun rencana jahat menguasai du-euh, maksudku menjadikannya suamiku hingga itu benar-benar terjadi. Namun, ini bukan happily ever after seperti dongeng yang aku dengar sejak kecil.
Ada pengkhianatan dan ada kebohongan yang menghancurkan segalanya.
Well, you know, even the villain has story to tell.