Terikat Senja

Terikat Senja

  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Nov 28, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Kenapa kamu sembunyi?" tanya Pira sembari menahan air mata yang hampir jatuh. "Biar kamu menemukan rumah, karena aku cuma Elang yang bisanya berpetualang sampai lupa tempat pulang" Teriak Asta yang berada di seberang jalan dari Pira. "Kamu lihat senja itu" bersamaan dengan tangannya menunjuk senja di barat sana, air matanya juga turun dan membanjiri pipi meronanya "Ia adalah tempat pulang semua penghuni bumi, termasuk Elang". Asta hanya diam, air matanya jatuh dan terbumikan. Pulang atau kembali berpetualang, entah jawaban mana yang bakal Asta pilih karena keduanya mampu memberi ia tenang yang paling dalam. NB: Novel ini juga bisa dibaca via pf Fizzo.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Senja dan Langitnya
  • Sandyakala [TAMAT]
  • Senja Di peluk Awan
  • Rain And Tears [Proses Revisi]
  • Langit Yang Tak Lagi Biru
  • Langit Senja
  • Dirgantara
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

Di balik senja yang menggemaskan, ada rasa yang tersirat. Rasa tidak karuan. Rasa yang belum tersampaikan. Dalam hidup ini pasti akan ada yang datang dan pergi. Akan ada yang datang membawa angan atau bahkan pergi meninggalkan sayatan. Dan dia, dia punya peran. Entah tinggal dalam harapan, atau hilang bersama kenangan. "Senja memang indah, tapi kamu, jauh lebih indah dari hanya sekedar senja. Dan aku amat menyukai senja, tapi kamu, lebih dari hanya sekedar aku sukai." - Aro. "Saat hujan terus-menerus turun, akan terjadi genangan air di tanah tempat kau berdiri. Atau saat aku melihat langit, mungkin leherku akan terasa nyeri. Apakah saat aku terus-menerus mencoba berjuang bersamamu, akan ada genangan cinta dan luka di hatiku?" - Tasya. Atas nama senja aku sampaikan. Untuk seseorang yang pernah memperjuangkan, dari seseorang yang diperjuangkan. Aku Senja, ruang teduhmu dari masa depan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan