You can't run from me Isabella

You can't run from me Isabella

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 8, 2024
"Lepaskan aku berengsek beraninya kau membawa anak ku pergi "Dia juga anak ku jadi aku berhak membawa dia pergi.. "Ha-ha-ha tawa sumbang terdengar keluar dari mulut Isabella, "Anak mu. kautau dari mana kalu itu anak mu hah! bisa saja itu anak orang lain "Jangan pikir aku bodoh aku baru saja melakukan tes DNA dan ternyata hasilnya positif." "Berikan anak ku sekarang juga! "Kalau kau mau kau harus menikah dengan ku dulu.atau tidak aku akan membuat anak mu semakin benci dengan mu.. "Dasar bajing** beraninya kau mengan cam ku.
All Rights Reserved
#13
hamildiluarnikah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESTINY OF MY LIFE (END)
  • Lucallen Adam
  • [BL] Sudden Omega
  • dimana janji tersebut
  • RANDOM ONESHOT
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • DISA | broken
  • I'm Alessa
  • ALZELVIN
  • Permainan Takdir [TAMAT]

🐣DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🐣 🐣DOML (DESTINY OF MY LIFE)🐣 🐣39 BAB + 2 EXTRA CHAPTER🐣 🐣WAJIB VOTE + KOMEN🐣 🐣AKAN REVISI SESUAI MOOD🐣 Mencintainya memang di luar kendaliku. Tapi bukan berarti aku rela di hamili oleh pria yang statusnya adalah kekasih sepupuku sendiri yang sangat dekat dan bahkan orang-orang lebih mengenal kami kembar. Tentu saja, aku tidak ingin menyakitinya. Namun siapa yang harus di salahkan? terlebih lagi ini semuanya sudah terjadi. "Gue bakal tanggung jawab," ucap Cakra sambil memegang tangan wanita di depannya yang masih memandanginya dengan wajah datar. Namun air mata yang keluar dari kedua matanya cukup menjelaskan bagaimana kondisi hatinya sekarang. "Gak perlu. Gue gak minta," jawab Viena yang melepaskan tangannya dari genggaman Cakra. "Gue yang mau," jawab Cakra dengan wajah seriusnya dan mencoba meyakinkan Wanita keras kepala di depannya itu. "Gue yang enggak!" balas Viena dengan sedikit mengeraskan nada suaranya. "Navia pasti bakal ngerti kondisi ini," ucap Cakra. "Gue bilang gak, ya enggak!" kekeuh Viena yang kemudian memasuki kamarnya dan menutup keras pintu kamarnya tersebut, sehingga meninggalkan Cakra sendirian. Laki-laki itu kini berada di keadaan yang membingungkan. Ia kini harus memutuskan bertanggung jawab dan itu tentu akan menyakiti kekasihnya, namun melepas tanggung jawab juga akan membuatnya terlihat seperti penjahat kelamin yang menelantarkan sepupu kekasihnya beserta juga anaknya. Jadi apa yang harus Cakra pilih? melepaskan atau mempertahankan. *** . . . INSTAGRAM @afama.fafa99 WATTPAD @putriHumairamaharani

More details
WpActionLinkContent Guidelines