"Kamu kaya bapak-bapak kalo ngomel-ngomel, aku bukan anak kamu." Kembali Ersa berbisik di samping kepala Nilam. Nilam terkekeh.
"Padahal emang iya." Jawab Nilam yang dibalas Ersa dengan wajah keheranan.
"Iya apa?" Tanya Ersa dengan wajah yang lucu menurut Nilam.
"Aku kan emang bapak kamu." Tukas Nilam asal.
"Yeee, nggak jelas." Ucap Ersa sembari memukul bahu Nilam.
Nilam tertawa. Ersa pun ikut terkekeh dengan celetukkan Nilam. Siang itu mereka habiskan dengan berbagai celetukkan menyebalkan yang mereka lontarkan satu sama lain. Memang sebenernya, dua orang ini sama anehnya.
"Jangan lakukan ini, jangan lakukan itu"
"Jangan sentuh ini, jangan sentuh itu"
" Sebenarnya apa yang boleh aku lakukan selain bernafas dirumah ini ", tuturnya yang sudah tak tahan dengan semua larangan itu
" Tidak ada ", jawab pria itu datar
Delila menghela nafasnya berat
" Lebih baik kita bercerai saja ", pinta wanita itu dengan suara rendah yang terdengar getir
Suasananya menjadi senyap seketika
" Siapa yang memberimu keberanian untuk mengucapkan kata-kata itu? ", tanya Nathan dengan suara rendah dan sorot mata yang menajam