Hiding in the Earth

Hiding in the Earth

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 30, 2024
Kisah kakak beradik yang bermimpi menaungi dunia. "Kakak, apa aku bisa..?" -Carina "Jika kakak yang membantu, itu pasti bisa" -Orion "Benarkah?" -Carina "Dengarkan kakak, kehidupan pasti memerlukan banyak hal. Takdir, Janji, Pikiran, Sikap, Perbuatan, Kejadian, Hasil, Usaha, Positif maupun Negatif tetap saja kita harus bisa mengendalikan suasananya" -Orion "Ohhh. Jadi apapun yang terjadi, jika kita menginginkannya pasti terjadi dengan cara apapun itu kan" -Carina "Itu benar, untuk memulainya kau harus berusaha sekuat tenaga Carina. Kau adikku yang pintar" -Orion //Jika ada awal pasti ada akhir//
All Rights Reserved
#43
nasib
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • sraddah (on going)
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • SHORT STORY || EXO
  • Sehari Untuk Selamanya
  • New Possessive Family
  • You're Awesome
  • MAREAPADA [Revision]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Become Baby Boy✓

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines