Pluviophile

Pluviophile

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing1h 5m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 31, 2024
Siapa yang tidak ingin bertemu cinta pertamanya setelah 9 tahun berlalu, apalagi cinta pertamanya adalah sosok yang masih jadi pemenang di hatinya walaupun banyak hati yang telah ia singgahi. Berharap kesalahan 9 tahun lalu bisa diperbaiki. Dan sepertinya semesta berpihak pada Aileen, kesempatan itu benar-benar datang berkat niat membantu temannya Gienka untuk membatalkan pertunangannya. Namun apakah kesempatan ini benar-benar akan memperbaiki semua nya atau malah menimbulkan masalah baru di hidup Aileen? Atau apakah Aileen bisa memutus stigma orang-orang terhadap cinta pertama "cinta pertama itu tak akan pernah bisa bersatu". Bertemu lagi dengan Reygha dengan cara yang tak pernah terbayangkan oleh Aileen berhasil mengacaukan hati dan hidup Aileen, meskipun ini yang ia harapkan selama ini tapi mengetahui ternyata Reygha memiliki niat lain untuk mendekati Aileen membuat Aileen ragu akan perasaannya atau ini akan berakhir sama seperti di masa lalu? Aileen menyadari Reygha tak akan sama seperti Reygha yang dulu atau dia memang sudah sosok yang benar-benar berbeda? Aileen: "harusnya aku tak pernah bermain-main lagi dengan masa lalu gie!" Sambil mencoba menahan agar air mata nya tak jatuh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naskah Yang Tidak Pernah Usai
  • Mr. Zafran Dylan [OG]
  • Melting Pole
  • He's Mine Not Yours βœ“
  • Lelaki Itu Takdirku
  • Two Souls (Tamat)
  • Bumi
  • SCARS [COMPLETE]
  • ESCAPE: Tale of Obsession and Longing

Ada luka yang tak pernah sembuh, dan ada kisah yang tak pernah benar-benar berakhir. Aku menemukan sebuah naskah tua yang penuh noda tinta dan halaman yang terlipat kusut. Tidak ada nama penulis, tidak ada penutup cerita, hanya keheningan yang terasa berat setiap kali aku menyentuhnya. Semakin aku membacanya, semakin aku merasa naskah itu seperti berbicara kepadaku, seolah setiap kata ditulis dari serpihan hidupku yang tak pernah ingin kuingat kembali. Namun, semakin dalam aku terjerat dalam ceritanya, semakin kabur batas antara kisah yang kubaca dan kenyataan yang kujalani. Ada bayangan yang terus mengikuti, suara yang berbisik di balik sunyi, dan rahasia kelam yang ingin terkubur selamanya. Naskah itu bukan hanya cerita, tapi sebuah peringatan, atau mungkin sebuah kutukan. Untuk menyelesaikannya, aku harus menghadapi masa lalu yang selama ini berusaha kulupakan, termasuk bagian dari diriku yang paling gelap. Tapi aku mulai sadar, tidak semua kisah diciptakan untuk ditamatkan. Beberapa cerita harus tetap tak terselesaikan, agar kita ingat bahwa akhir bukanlah selalu tentang kemenangan, melainkan tentang bertahan. Naskah yang Tidak Pernah Terselesaikan adalah perjalanan ke dalam kegelapan hati dan pikiran, tentang bagaimana kata-kata bisa menjadi penyembuh sekaligus racun. Dan aku... adalah tokoh yang harus memutuskan, apakah aku akan menulis akhir cerita ini atau ikut terkubur bersamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines