Tulisan dari Dhia

Tulisan dari Dhia

  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 24, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
ku tau, bahwa ini hanyalah tentang waktu. Aku banyak membaca cerita-cerita bahkan menonton mereka-mereka, orang-orang yang sama sepertiku. Terbelenggu dalam kepergian yang disebabkan sendirian, tertanam dalam perasaan yang membuatku terjebak beratus-ratus harinya, bukanlah sebuah perjalanan yang mudah dijalani. Aku menemukan banyak orang, menemukan banyak perasaan, namun yang pasti dari itu semua hanyalah aku yang tak bisa merasakan perasaan yang sama. katanya, hidup harus terus mengalir, sampai kamu diberhentikan sendiri. Jangan terpaku bahwa hatimu ada pada dunia yang lain, sebabnya duniamu ada padamu. Tapi mereka tidak tau, bahwa ketika satu dunia dijalani berdua, indahnya melebihi fatamorgana. Peringatan : Lebih baik membaca ini saat perasaan membaik dan juga tak ada kegiatan, sebab cerita ini mungkin akan membawa beberapa dari kalian menelusuri bahwa waktu tanpa kepercayaan adalah sebuah kebohongan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Let Me Love You Longer
  • Cerita Tentang Kita
  • True Life, True Love ☘︎ (𝐶𝑜𝑚𝑝𝑙𝑖𝑡𝑒𝑑)
  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • Problem's love ✔
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Ilusi
  • LOVE OF THE PAST

Mau baca silakan, tidak juga tak mengapa. Karena tulisan ini saya dedikasikan untuk diri sendiri, menggambarkan hidup sekitar saya, jadi orang lain tak perlu tahu apa yang saya rasa, apalagi teman saya. Semoga mereka tidak membaca ini. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° Di saat tidak ada titik temu dalam sebuah permasalahan, banyak orang yang memilih untuk menyerah. Ketika tangan tak mampu lagi menutup telinga. Menyerah seringkali menjadi jalan terakhir. Rasa sepi, sakit, dan tangis seringkali menjadi teman setia. Kepercayaan pun menjadi sesuatu yang tak lagi berharga. Padahal masih banyak alasan untuk tetap bertahan. Masih banyak alasan untuk kita melawan segala ketakutan dan kepedihan itu. Merangkul barangkali suatu jalan berharga yang dapat mencegah dari keputusasaan. Bukan hanya dengan teman setia, namun suatu tulisan atau bacaan kerap kali menjadi teman untuk tetap bertahan. Jika teman tak lagi menemani, biarkan cerita ini menjadi teman di kala gelap menyergap. -Seharusnya Kita Tidak Menyerah- Pernah mendengar podcast? Nah, mungkin ini versi tulisnya. Anggaplah aku sedang menjalani versi lisannya. Semoga sampai pada hati kalian. started-26 Desember 2019.

More details
WpActionLinkContent Guidelines