Story cover for The Backrooms: Find The Way Out by CalderyxRogers
The Backrooms: Find The Way Out
  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Oct 15, 2023
Dua orang remaja yang pergi jauh kehutan belantara untuk melakukan rekaman bersama.

Seharusnya, itu akan baik-baik saja, bukan?


ᓚׂ𝆆ᓓ┈݊─ׅ┈⊱═ׂ═ׅ══⫍⦻⫎══ׅ═ׂ═⊰ׂ┈ׅ─݊┈ᓚׂ𝆆ᓓ

 ׄ ֥𝆔⊰Peringatan untuk typo, kata-kata kasar, dan mungkin sedikit berdarah.

 ׄ ֥𝆔⊰Semua gambar dan media yang saya mungkin akan berikan bukan milik saya.

 ׄ ֥𝆔⊰Backrooms dan entitas lainnya milik Creepypasta dan penciptanya. Cerita dan beberapa karakter milik saya.

 ׄ ֥𝆔⊰Anda milikNya.
All Rights Reserved
Sign up to add The Backrooms: Find The Way Out to your library and receive updates
or
#1weirdcore
Content Guidelines
You may also like
Pertanda di Dunia Fiksi | Project (-1): From the Underrated - Memory 0 by Lunatic_Creator7x
19 parts Complete
Menceritakan seorang Kreator yang terjebak di suatu tempat, yang sebenarnya ia mengenal tempat tersebut. Tempat itu adalah dunia fiksi buatannya, namun dunia itu berantakan karena mengalami korupsi yang membuat memori-memori di dunia tersebut terganggu. Kreator yang baru saja terdampar di dunia tersebut tidak tahu apa yang terjadi, begitu pula dengan keberandaan dunia tersebut masih dipertanyakan. Hingga selang beberapa waktu Kreator bertemu dengan karakter buatannya sendiri yang bernama Zero. Dia menceritakan banyak hal tentang sesuatu yang saling bertentangan karena di antaranya mereka banyak yang kehilangan memori mengenai siapa diri mereka dan tentang Kreator yang sesungguhnya, menjadikan rumor besar bahwa adanya Kreator yang asli dan yang palsu. Dipercaya kunci masalah di dunia tersebut memang hanyalah dari Kreator sendiri. Selanjutnya, bagaimana sang kreator akan menyelesaikan masalah pada dunia ciptaannya sendiri? Dalam satu kesadaran terdapat berbagai kesadaran lainnya yang tercipta, membuat berbagai pikiran saling bertentangan satu sama lain. Ini lah cerita tentang satu orang yang harus menghadapi dirinya sendiri. "Dunia fiksi tercipta karena kita tidak bisa menerima realita. Ini bukan soal lemah atau kuatnya kita menerima realita, namun ini soal bagaimana jiwa seseorang bisa hidup nyaman walau di dunia yang sangat menyakitkan ini. Tapi... apa jadinya jika dunia fiksi yang kita ciptakan juga menjadi musuh terbesar dan menentang keberadaan kita sendiri?"
You may also like
Slide 1 of 7
Pertanda di Dunia Fiksi | Project (-1): From the Underrated - Memory 0 cover
Friends (reader x creepypasta) ✔️ cover
Creepypasta cover
Short Story (Horror) cover
SUA | Jeno ✔ cover
[SLOW-UP] THREE⏂⃟ViFan S2 x Reader!  cover
Dandelions || Creepypasta cover

Pertanda di Dunia Fiksi | Project (-1): From the Underrated - Memory 0

19 parts Complete

Menceritakan seorang Kreator yang terjebak di suatu tempat, yang sebenarnya ia mengenal tempat tersebut. Tempat itu adalah dunia fiksi buatannya, namun dunia itu berantakan karena mengalami korupsi yang membuat memori-memori di dunia tersebut terganggu. Kreator yang baru saja terdampar di dunia tersebut tidak tahu apa yang terjadi, begitu pula dengan keberandaan dunia tersebut masih dipertanyakan. Hingga selang beberapa waktu Kreator bertemu dengan karakter buatannya sendiri yang bernama Zero. Dia menceritakan banyak hal tentang sesuatu yang saling bertentangan karena di antaranya mereka banyak yang kehilangan memori mengenai siapa diri mereka dan tentang Kreator yang sesungguhnya, menjadikan rumor besar bahwa adanya Kreator yang asli dan yang palsu. Dipercaya kunci masalah di dunia tersebut memang hanyalah dari Kreator sendiri. Selanjutnya, bagaimana sang kreator akan menyelesaikan masalah pada dunia ciptaannya sendiri? Dalam satu kesadaran terdapat berbagai kesadaran lainnya yang tercipta, membuat berbagai pikiran saling bertentangan satu sama lain. Ini lah cerita tentang satu orang yang harus menghadapi dirinya sendiri. "Dunia fiksi tercipta karena kita tidak bisa menerima realita. Ini bukan soal lemah atau kuatnya kita menerima realita, namun ini soal bagaimana jiwa seseorang bisa hidup nyaman walau di dunia yang sangat menyakitkan ini. Tapi... apa jadinya jika dunia fiksi yang kita ciptakan juga menjadi musuh terbesar dan menentang keberadaan kita sendiri?"