Malam tak kunjung Terang

Malam tak kunjung Terang

  • WpView
    LECTURAS 31
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, oct 19, 2023
Pernahkah kamu mendengar cerita horror? Bagaimana jika cerita itu sekarang menjadi sebuah hal yang nyata. Rio Adaman dijuluki pembual oleh teman-temannya karena mereka sering membuat cerita yang tidak masuk akal. Akan tetapi, keduanya tidak peduli dan tetap menceritakan isi kepalanya. Tetapi pada suatu hari sesuatu hal terjadi dan membuat isi kota ricuh tanpa sepengetahuannya. Sebenarnya apa yang terjadi?
Todos los derechos reservados
#556
horror-thriller
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • BISIKAN IBLIS (NYAWA YANG TERGADAIKAN)
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • kisah horor: teror jam 12 malam
  • The Comedian's Last Laugh
  • MISTIS (Kisah Nyata!)
  • Sixth Sense [COMPLETED]
  • Bisikan Hawa
  • SEWU DINO (1000 HARI)
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido