Philia Comes Home

Philia Comes Home

  • WpView
    LECTURAS 78
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 31, 2025
Anindyaswari Lintang Raya hanya memiliki rumah sebagai harta benda peninggalan orangtuanya. Sore hari sepulangnya dari merias pengantin, dua orang asing bertubuh tinggi kekar dengan logat khas orang Batak, menghadangnya masuk rumah. Mereka menagih hutang sebanyak tiga ratus juta yang sama sekali tidak pernah ia ajukan. Peristiwa yang mengubah hidupnya dalam sehari rupanya tak berhenti sampai di situ. Chandrajiwa Biru Timur, orang yang pernah menjanjikan kebahagiaan untuknya dan tiba-tiba menghilang bagai tak pernah dilahirkan ke bumi di acara perpisahan sekolah dua puluh tahun yang lalu sekarang muncul sambil berlutut di hadapannya, meminta agar Anindya membantunya untuk menyelamatkan perusahaan miliknya yang akan bangkrut. Tidak ingin melibatkan tanda tanya yang belum mendapatkan jawaban dan kejelasan hubungan mereka di masa lalu, Anindya meminta gaji lima kali lipat agar ia bisa segera melunasi hutang dan menyelamatkan rumahnya dari sitaan penagih.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido