Story cover for Together forever  by Nayalunken
Together forever
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Oct 16, 2023
Tertawa, tangisan, bahagia,dan trauma itu yang selalu di rasakan oleh mereka.  
      
Mereka juga tidak menganggap pertemanan itu adalah pertemanan sepele

Tapi menganggap pertemanan itu adalah,dimana mereka bertiga saling membutuhkan bahu untuk bersandar.


Dan juga tiga lelaki yang selalu mengitili mereka seperti induk ayam.















kata no baku
Kata kasar
All Rights Reserved
Sign up to add Together forever to your library and receive updates
or
#107ss
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
TOXIC! cover
Always Forever Me cover
Friend's Zone's cover
Three Idiot Girls  ✔ cover
My Three Brothers [Terbit] cover
Kukira Kau Rumah, Ternyata Hanya Tempat Singgah:)  cover
SENA cover
Dua Cinta (Our Promise) cover
Ferocious Girls Generation cover

TOXIC!

7 parts Ongoing

13 orang yang terikat dalam hubungan pertemanan tapi tidak mau jika mereka di sebut teman, katanya mereka adalah keluarga. Pertemanan yang selalu mereka jaga bukan hanya satu dua hari ini hancur karena satu kata yang katanya, jika kita merasakannya akan membuat bahagia, makan tempe serasa sate, satu kata itu adalah CINTA. Problem yang sangat wajar jika mereka mau membagi kepada temannya, tapi apa yang akan kalian lakukan jika mengetahui sebuah fakta yang sangat mencengangkan tentang teman kalian bukan dari mereka itu sendiri?? Melainkan dari orang lain. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: memaafkan atau membiarkan retakan kecil ini menghancurkan semuanya. Apakah "keluarga" yang mereka banggakan masih bisa dipertahankan? Atau inilah akhirnya? Sebuah kisah tentang persahabatan, pengkhianatan, dan cinta yang datang di waktu yang salah. "Ma- ksudnya gi- mana kak" "Lu nggak jujur tentang semuanya sama kita dan kita tau lengkapnya dari orang lain , susah kalo mau percaya lagi" "Ma- aaf kak" "Boleh nggak kita.... egois satu kali ini aja, k-kita juga butuh waktu buat nerima ini semua"