Catatan Madhava

Catatan Madhava

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, feb 9, 2025
"Sebenarnya kemana kakek dan yang lainnya pergi?" Suatu hari, Mika Auriga menemukan jurnal kakeknya ketika ia berkunjung ke rumah nenek, berselang dari itu Mika tiba-tiba mendapatkan sebuh surat dari pengirim anonim di mana isinya menyebutkan keberadaan kakek di Desa Hania. Secara kebetulan di semester 5 perkuliahannya, Mika Auriga mendapatkan sebuah tugas research yang diberikan oleh dosen pengampu Mata Kuliah Metode Penelitian. Ia bersama tiga orang lainnya yaitu Brian Hirawan, Davin Widyanata, dan Ersya Ganendra disatukan dalam satu kelompok. Keempatnya tidak terlalu akrab satu sama lain kecuali Mika yang sudah mengenal Brian, mereka ikut klub voli di jurusan masing-masing sehingga sering terjadi bentrokan ketika pertandingan tiba. Mereka bersama-sama pergi ke Desa Hania untuk mencari kebenaran dari apa yang masing-masing mereka cari. Semuanya saling berhubungan dan tanpa mereka tahu hidup dan matinya kini bergantung pada mereka bisa kembali atau tidak dan tanpa mereka tahu seseorang selalu memerhatikan, mengintai apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Spaces Between Our Words (TAMAT)
  • I Became The Protagonist Secretary (End)
  • Unwritten Figure (end)
  • DERSIK
  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • Warisan Gandari
  • LOVE FOUND REGARDLESS
  • Timpang Takdir
  • TRAP!

Aurelia, seorang penulis muda yang kembali ke kampung halamannya setelah sepuluh tahun, membawa serta luka yang belum sembuh dari kehilangan saudaranya, Ayra. Kembali ke rumah berarti menghadapi masa lalu yang selama ini ia hindari: hubungan yang memburuk dengan ibunya, kenangan akan saudaranya yang tenggelam dalam danau yang kini menjadi tempat wisata, dan Nadir-sahabat masa kecil yang kini menjadi seniman lukis pendiam yang tinggal di rumah kaca tua di tepi hutan. Sementara itu, Nadir menyimpan rahasia yang telah membebani hatinya selama bertahun-tahun. Ia adalah satu-satunya orang yang bersama Ayra saat tragedi itu terjadi. Namun, sesuatu tentang hari itu tidak pernah ia ceritakan, bahkan kepada dirinya sendiri. Ketika Aurelia dan Nadir dipertemukan kembali lewat proyek restorasi perpustakaan tua-tempat kenangan masa kecil mereka tertinggal-mereka mulai mengurai kata-kata yang tak pernah sempat terucap. Dalam keheningan percakapan mereka, dalam jeda, dalam napas yang tertahan, ada kisah yang selama ini tersembunyi. Dengan narasi yang puitis dan atmosfer yang melankolis, novel ini menggali tema kehilangan, komunikasi yang retak, dan upaya menemukan makna dalam ruang kosong antar kata-kata. The Spaces Between Our Words bukan hanya tentang yang dikatakan, tetapi tentang yang tidak pernah bisa diucapkan-dan bagaimana keheningan bisa menyembuhkan, menyatukan, atau justru memisahkan selamanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido