Catatan Madhava

Catatan Madhava

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2025
"Sebenarnya kemana kakek dan yang lainnya pergi?" Suatu hari, Mika Auriga menemukan jurnal kakeknya ketika ia berkunjung ke rumah nenek, berselang dari itu Mika tiba-tiba mendapatkan sebuh surat dari pengirim anonim di mana isinya menyebutkan keberadaan kakek di Desa Hania. Secara kebetulan di semester 5 perkuliahannya, Mika Auriga mendapatkan sebuah tugas research yang diberikan oleh dosen pengampu Mata Kuliah Metode Penelitian. Ia bersama tiga orang lainnya yaitu Brian Hirawan, Davin Widyanata, dan Ersya Ganendra disatukan dalam satu kelompok. Keempatnya tidak terlalu akrab satu sama lain kecuali Mika yang sudah mengenal Brian, mereka ikut klub voli di jurusan masing-masing sehingga sering terjadi bentrokan ketika pertandingan tiba. Mereka bersama-sama pergi ke Desa Hania untuk mencari kebenaran dari apa yang masing-masing mereka cari. Semuanya saling berhubungan dan tanpa mereka tahu hidup dan matinya kini bergantung pada mereka bisa kembali atau tidak dan tanpa mereka tahu seseorang selalu memerhatikan, mengintai apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
All Rights Reserved
#737
bromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE FOUND REGARDLESS
  • Geschiedenis : The Line of Historia
  • Jejak bayang
  • TRAP!
  • Sekar Ayu Kinanthi
  • Unwritten Figure (end)
  • Warisan Gandari
  • Timpang Takdir
  • Giona: Second Lead My Husband

Gagal menikah karena tunangannya berselingkuh tak menghentikan Hana untuk tetap pergi "bulan madu" sendirian ke Turki. Di sana, ia bertemu Kaivan yang baru saja bercerai. Dua orang asing dengan hati yang patah itu membuat kesepakatan impulsif: menjadi pengganti satu sama lain selama perjalanan, larut dalam sesuatu yang seharusnya tak pernah terjadi, dengan janji untuk melupakan semuanya setelahnya. Namun, takdir punya cara sendiri untuk mempermainkan mereka. Dua tahun berlalu, dan tiba-tiba, mereka kembali dipertemukan-bukan di negeri asing, tetapi dalam kehidupan nyata yang tak memberi ruang untuk pura-pura. Apakah pertemuan ini kesempatan kedua untuk menemukan cinta, atau hanya pengingat bahwa beberapa kisah memang seharusnya dibiarkan selesai?

More details
WpActionLinkContent Guidelines