The Love Strings

The Love Strings

  • WpView
    MGA BUMASA 4,269
  • WpVote
    Mga Boto 635
  • WpPart
    Mga Parte 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Aug 23, 2019
Melissa Madeleine Vasilieva benci musik klasik! Setiap hari ia harus berlatih di studio orkestra milik ayahnya, tetapi selalu ada saja alasannya untuk menghindari latihan itu. Hingga pada suatu hari, Melissa menjadi rajin berlatih biola di studio dan mulai mencintai musik klasik. Dan di sanalah ia juga menemukan seseorang untuk dicintai dan mencintainya. Lalu siapakah sebenarnya sosok yang telah mengubah hidup Melissa?
All Rights Reserved
#28
teenagelove
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • BECOME BEAUTY (END)
  • STREET FIGHT
  • The Attitude of  A Popular Girl (TAOPG)
  • THE CRITICAL MELODY [Sudah Dibukukan]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Let Me Love You Longer
  • Melody
  • Trust
  • Pak Dokter & Buk Tani

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman