We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RENJALUNA; "A Million Prayers in Vain"

RENJALUNA; "A Million Prayers in Vain"

  • WpView
    Reads 244
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 9, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
"𝙹𝚞𝚜𝚝 𝚊 𝚜𝚖𝚊𝚕𝚕 𝚜𝚝𝚘𝚛𝚢 𝚊𝚋𝚘𝚞𝚝 𝚝𝚑𝚎 𝚕𝚒𝚏𝚎 𝚘𝚏 𝚝𝚑𝚎 𝚖𝚘𝚘𝚗." 🌷🌷🌷 Masih di tempat yang sama, namun dengan keadaan yang berbeda. Jika Aluna memiliki kesempatan untuk bisa mengulang waktu, maka ia hanya akan mengubah satu hal, yaitu tentang satu takdir yang ia harap tidak akan pernah terjadi, ya, bertemu dengannya. Karena jika saja ia tidak bertemu dengannya, mungkin ia tidak akan pernah menapaki kakinya di sini, di sebuah pemakaman umum yang agak jauh dari keramaian kota. Dan jika saja ia tidak bertemu dengannya, mungkin ia tidak akan pernah menggenggam bunga aster yang ia bawa untuk kemudian diletakkan pada sebuah batu nisan dengan ukiran nama seseorang yang pernah mencintainya. Tiga tahun setelah meninggalkan Indonesia, akhirnya Aluna memiliki keberanian untuk pulang. Namun, bukan rumah yang pertama kali ia tuju saat kakinya mulai menapaki tanah Jakarta. Sejujurnya, Aluna tidak seberani itu untuk menemuinya, sama seperti tiga tahun lalu, perasaan kehilangan itu akan selamanya ada. Namun, ia juga tahu, bahwa seseorang yang sudah pergi hanya butuh didoakan bukan ditangisi. Oh, tentu saja Aluna rutin mengirim doa, tapi untuk menyambangi rumah terakhirnya... Aluna tidak pernah siap untuk itu. Aluna masih tak ingin percaya dengan sebuah tulisan berwarna emas yang terukir di atas pusara itu. Tak ada yang berubah, wanita itu masih berantakan sama seperti tiga tahun yang lalu, sorot matanya masih kosong seperti yang orang-orang lihat tiga tahun yang lalu, pasca kejadian hari itu. Oh sial, matanya mulai terasa panas, dadanya juga turut terasa sesak namun alih-alih menangis tersedu-sedu Aluna memilih tersenyum, meski air matanya tak dapat ia bendung lagi. "Na... Apa kabar?" 🌷🌷🌷 Jangan lupa vote dan komen sebagai bentuk dukungan! Terima kasih. Don't copy my story! ©Nanacimolala
All Rights Reserved
#203
aluna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • Homebound | 00L Nct Dream
  • The Oddlove
  • Storge. | "Beberapa cerita dimulai di tempat baru"
  • DASAR, LAUT!! [ON GOING]

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines