RENJALUNA; "A Million Prayers in Vain"

RENJALUNA; "A Million Prayers in Vain"

  • WpView
    Reads 232
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 9, 2025
"𝙹𝚞𝚜𝚝 𝚊 𝚜𝚖𝚊𝚕𝚕 𝚜𝚝𝚘𝚛𝚢 𝚊𝚋𝚘𝚞𝚝 𝚝𝚑𝚎 𝚕𝚒𝚏𝚎 𝚘𝚏 𝚝𝚑𝚎 𝚖𝚘𝚘𝚗." 🌷🌷🌷 Masih di tempat yang sama, namun dengan keadaan yang berbeda. Jika Aluna memiliki kesempatan untuk bisa mengulang waktu, maka ia hanya akan mengubah satu hal, yaitu tentang satu takdir yang ia harap tidak akan pernah terjadi, ya, bertemu dengannya. Karena jika saja ia tidak bertemu dengannya, mungkin ia tidak akan pernah menapaki kakinya di sini, di sebuah pemakaman umum yang agak jauh dari keramaian kota. Dan jika saja ia tidak bertemu dengannya, mungkin ia tidak akan pernah menggenggam bunga aster yang ia bawa untuk kemudian diletakkan pada sebuah batu nisan dengan ukiran nama seseorang yang pernah mencintainya. Tiga tahun setelah meninggalkan Indonesia, akhirnya Aluna memiliki keberanian untuk pulang. Namun, bukan rumah yang pertama kali ia tuju saat kakinya mulai menapaki tanah Jakarta. Sejujurnya, Aluna tidak seberani itu untuk menemuinya, sama seperti tiga tahun lalu, perasaan kehilangan itu akan selamanya ada. Namun, ia juga tahu, bahwa seseorang yang sudah pergi hanya butuh didoakan bukan ditangisi. Oh, tentu saja Aluna rutin mengirim doa, tapi untuk menyambangi rumah terakhirnya... Aluna tidak pernah siap untuk itu. Aluna masih tak ingin percaya dengan sebuah tulisan berwarna emas yang terukir di atas pusara itu. Tak ada yang berubah, wanita itu masih berantakan sama seperti tiga tahun yang lalu, sorot matanya masih kosong seperti yang orang-orang lihat tiga tahun yang lalu, pasca kejadian hari itu. Oh sial, matanya mulai terasa panas, dadanya juga turut terasa sesak namun alih-alih menangis tersedu-sedu Aluna memilih tersenyum, meski air matanya tak dapat ia bendung lagi. "Na... Apa kabar?" 🌷🌷🌷 Jangan lupa vote dan komen sebagai bentuk dukungan! Terima kasih. Don't copy my story! ©Nanacimolala
All Rights Reserved
#818
sadstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Boat of Blossoms
  • Bunda oline dan bayi tata
  • The Oddlove
  • ALUNA
  • DASAR, LAUT!! [ON GOING]
  • It's Always Been You✔️
  • Cinta Itu Polos?
  • Pelukan Laut Untuk Aluna (ON GOING)

Di sebuah kota besar yang ramai, tinggal seorang gadis muda nan cantik jelita, dengan mata yang memancarkan kerinduan yang telah lama ia simpan dalam hatinya. Namanya, Alena. Sejak usianya masih remaja, ia telah memendam perasaan terhadap seorang pemuda yang sering bermain ke rumahnya. Pemuda itu adalah sahabat sang kakak, seorang pria humoris yang lembut dalam tutur kata, dan manis dalam sikap, membuat hati Alena perlahan jatuh ke dalam pesona yang tak terhindarkan. Tahun demi tahun berlalu, dan perasaan itu semakin tumbuh dalam diam, menyelinap di balik tawa-tawa kecil dan pertemuan yang kian singkat. Setiap kali ia melihat senyuman pria itu-sebut saja namanya Atlanta-ada harapan kecil dalam hatinya, bahwa mungkin, suatu hari, Atlanta akan menyadari cinta yang telah lama ia pendam. Namun, waktu tak selalu berbaik hati pada perasaan yang tersembunyi. Alena hanya bisa menatap dari kejauhan, takut untuk mengungkapkan isi hatinya, takut akan patah hati. Akankah cinta yang terpendam selama hampir delapan tahun itu menemukan jalannya? Apakah Atlanta akan melihat Alena bukan hanya sebagai adik dari sahabatnya, melainkan sebagai seorang wanita yang hatinya penuh cinta? Dalam cerita ini, kita akan menyaksikan perjalanan dua anak muda yang dipertemukan oleh takdir namun dipisahkan oleh waktu dan keberanian. Akankah impian indah yang selama ini hidup dalam hati Alena terwujud, ataukah ia harus merelakan perasaannya pergi bersama angin yang berlalu? Kisah mereka adalah kisah tentang harapan, penantian, dan keyakinan akan cinta sejati. Mari kita nantikan, apakah kisah indah itu akan benar-benar terjadi atau tidak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines