Secercah Cahaya

Secercah Cahaya

  • WpView
    Reads 315
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 28, 2023
Kuma rimai, itulah namaku, nama anak yang terlahir dengan tidak sempurna pada dunia yang menuntut segala kesempurnaan ini, ibuku meninggal akibat kecelakaan dan ayahku hanya memberiku uang untuk sekolah dan sedikit uang untuk makan, ia jarang pulang kerumah, hanya kakakku yang aku miliki sekarang, ia sudah bagaikan ayah bagiku, ayahku entah pergi kemana, ia hanya pulang sesekali untuk memberikan uang sekolah dan sedikit uang untuk jajan, aku selalu dihina, dimaki dan dijauhi oleh semuanya, untuk makan saja aku susah, begitulah hidupku sekarang. Suatu hari aku terbangun dari tidurku yang rasanya seperti tertidur begitu lama, aku mencoba keluar untuk mencari makan, dan seperti biasa, orang-orang memandangku dengan wajah yang jijik, "kenapa mereka, apakah ada yang salah denganku?" kata-kata itu berteriak dan berputar di otakku, dan ketika dikeramaian itu aku melihat seseorang layaknya sang rembulan, aku merasa ia seperti ibuku, ialah sang dewi. Aku ingin bersamanya, Selamanya!!!
All Rights Reserved
#196
fyp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alisa's Story
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • ALVIN (On Going)
  • Let Me Love You Longer
  • Couple Youtuber
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Strong Girl Michella (END)
  • My Duchess / End
  • Self Injury's(complete)✔

'Aku cuma butuh "rumah pulang" aku capek mikir aku capek berjuang aku capek... Tapi aku cuma bisa nangis dan memeluk diriku sendiri , sampai rasa sakit kepalaku mulai sangat terasa .. aku fikir mati akan mengakhiri penderitaan ini , tapi bagaimna adikku? Bagaimana ayahku? Bagaimana kakakku? Aku tidak bisa melihat mereka sedih'. Begitulah tulisan seorang gadis yang sedang mengetik di atas keyboard nya. " Bahkan ibuku bukan tempat untuk aku pulang " gadis itu mendongakkan kepalanya yang terasa nyeri sambil menghembuskan nafas dari bibirnya " Aku capek bee... Aku capek dan semua orang tau seberapa menyedihkannya diriku" kedua gadis itu berpelukan, satu diantaranya melepaskan pelukan itu "lo itu egois lis!" "gw gk egois.." "lo terus terusan merasa klo lo yg paling sakit padahal nggak!" "hehee lo nggak bakal ngerti! Kalian gk bakal ngerti karna kalian gk ngerasain jadi gw.." Nadia alisa seorang gadis berusia 17th yang merasa dewasa sebelum waktunya dan merasa sendirian k etika kehilangan seseorang yg sangat disayanginya. "aku kangen banget. Jemput aku.. Nek" Cerita yang penuh emosi masalah keluarga cinta dan depresi Ceritanya mentok sama si cewek karna ini cerita saya sendiri yaa tapi full banyakan realita daripada halunya maklumin ajalah yaa sekalian curhat hehee

More details
WpActionLinkContent Guidelines