PURNACANDRA (Bulan Purnama) END✓

PURNACANDRA (Bulan Purnama) END✓

  • WpView
    Reads 6,584
  • WpVote
    Votes 3,359
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 25, 2024
WpInfo
Fiction
Historical
Jika orang lain menganggap dunia ini sebagai surga, maka bagi saya, dunia ini adalah neraka. _________ Akilah Anastasya adalah seorang gadis berparas cantik yang selalu menjadi sasaran bully dan pelecehan di sekolahnya. Suatu hari, pacarnya menjualnya dan ia terpaksa melarikan diri ke hutan. Di hutan tersebut, cahaya bulan purnama tampak menerangi sebuah goa. Dalam keadaan ketakutan, ia memutuskan untuk bersembunyi di dalam goa tersebut. Namun, siapa sangka bahwa goa tersebut ternyata membawanya kembali ke masa lalu.
All Rights Reserved
#46
traitor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Become an Antagonist Fiance (SELESAI)
  • Anastasya's Destiny [END]
  • Rintik Hujan
  • Another Seyra! Antagonist Girl [End]
  • Transmigrasi Cewek Badas [Sudah Terbit]
  • SKALETTA [END]
  • Takdir yang tak berpihak ( Versi Revisi)

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines