We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ELEGI UTOPIA
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Oct 17, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Elegi utopia berkisahkan tentang filantropi yang menjaga flora dan fauna eksotis yang berdiam diri di puncak gunung utopia, mereka hidup tentram sebelum rentetan peristiwa mistis terjadi. apa filantropi tersebut akan bertahan melawan 'mereka' yang tak kasat mata? atau berakhir dengan bersimbah darah?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Once Upon A Time
  • I SEE You
  • • KECEWA ~
  • SURUP
  • KUMPULAN-KUMPULAN CERPEN REMAJA
  •  5 Hari Tanpa Matahari
  • Prae-Mortem [SOLAR]√

"Ada cerita-cerita yang tidak seharusnya ditemukan. Cerita yang, sekali Anda baca, akan mengubah cara Anda memandang dunia-selamanya." Di sebuah sudut tersembunyi perpustakaan kuno, tersimpan sebuah manuskrip bernama "Once Upon A Time." Mereka yang telah membacanya melaporkan pengalaman aneh: mimpi-mimpi tentang kota dengan ingatan kolektif, waktu yang bisa dijual di lelang, dan musik yang dapat mengubah fabrik realitas. Empat puluh lebih portal ke dunia-dunia yang tidak pernah ada-namun terasa lebih nyata dari kenyataan itu sendiri. Kami memperingatkan Anda: halaman-halaman ini mengandung ide-ide berbahaya. Pikiran-pikiran yang, seperti parasit, akan tinggal di benak Anda jauh setelah buku ini ditutup. Dari pasar yang menjual moralitas manusia hingga apotek yang menawarkan emosi dalam bentuk pil. Dari algoritma yang memprogramkan kebahagiaan hingga hutan tempat trauma mengambil wujud nyata. Setiap cerita adalah pintu yang terbuka ke dimensi di mana pertanyaan-pertanyaan tergelap tentang kemanusiaan diajukan tanpa belas kasihan. Kisah ini bukan untuk mereka yang mencari pelarian ringan. Ini untuk para pencari kebenaran yang berani menatap ke dalam jurang-dan menemukan jurang itu balas menatap. Berani membuka halamannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines