Mungkin ... Besok?

Mungkin ... Besok?

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 30, 2023
"Di dunia ini, mau itu dokter, polisi, ataupun guru, semuanya pasti pernah sakit. Yang membedakannya adalah, ada yang menutupi rasa sakitnya, dan ada yang menunjukkan rasa sakitnya. Menurutmu, mana yang paling merepotkan? Kalau menurutku, yang paling merepotkan adalah tipe pertama, mereka menutupi rasa sakitnya agar tidak ada yang khawatir, tapi karena terlalu lama dipendam, justru akan merepotkan orang sekitar karena saat ketahuan penyakit itu sudah terlalu parah. Sedangkan yang kedua, mereka akan langsung mengatakan rasa sakitnya dan bisa segera ditangani dengan lebih cepat dan itu tidak akan terlalu mengkhawatirkan orang sekitarnya. Eh aku bukan berbicara tentang kesehatan mental loh ya? Kalau masalah itu mah beda lagi urusannya." Gadis mungil itu terkekeh kecil sembari menggoreskan kuasnya ke kain. Matanya yang sendu tampak fokus pada kain mori yang telah ia beri malam atau lilin sebagai penghalang agar warna yang ia torehkan ke kain tidak keluar dari jalurnya. Dokter muda yang dari tadi duduk di sebelahnya untuk menemani dan mendengarkan ocehan-ocehannya itu tersenyum lembut, senyum yang sangat jarang ia tunjukkan kepada orang lain-yang hanya dia tunjukkan kepada gadisnya. Dia menyelipkan rambut yang menutupi wajah gadis pujaannya itu ke telinganya. Sungguh, dia mendambakannya, setiap malam berdoa untuknya, agar hari esok segera datang supaya dia bisa bertemu kekasih hatinya.
All Rights Reserved
#163
batik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love in Difference
  • Dokter Muda Genius
  • Truth (Edisi Revisi)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • DOKTER ITU SUAMIKU (On Going)
  • My Perfect Majikan (Terbit)
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Simbiosis Mutualisme
  • Rasa Dalam Sujudku
  • A Reason to be With You [TAMAT]

🗣 Orang medan wajib baca. Gaya bahasa asli medan. Hari hariku selalu menyenangkan bersama kelima temanku. Tapi setelah bertemu dengan dia, hari demi hari yang kujalani menjadi berbeda. "Astaga, lalap mukakmu aja yg kutengok." ketusku padanya. Tapi dia hanya memamerkan sederet gigi putihnya dan menampilkan bolongan di pipi kirinya. Ah manisnya, Boleh jugalah kalok kudekatin. Batinku. "mau ngapain sih kau?" tanyaku sedikit marah "Gak nyangka aku bakal jumpa kau lagi disini. Pasti kita jodoh." jawabnya tanpa dipikir dulu ..... "Jangan liatin Hp terus, aku mau ngomong ini" pintanya padaku "Ish. Yaudah cepat, kau cuman kukasi waktu 10 menit untuk ngomong. Cepat!" perintahku padanya "Oke. Mungkin kau masih marah samaku atas kejadian semalam dan aku mau minta maaf udah buat kau ngerasa malu. Mungkin kita belum kenal dekat, tapi setidaknya aku mau kita bisa berteman." pintanya dengan suara penuh harap dan penekanan setiap katanya. "Permintaan maafmu kuterima, tapi untuk melupakan kejadian semalam mungkin belum" Timpalku panjang lebar

More details
WpActionLinkContent Guidelines