Mungkin ... Besok?

Mungkin ... Besok?

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 30, 2023
"Di dunia ini, mau itu dokter, polisi, ataupun guru, semuanya pasti pernah sakit. Yang membedakannya adalah, ada yang menutupi rasa sakitnya, dan ada yang menunjukkan rasa sakitnya. Menurutmu, mana yang paling merepotkan? Kalau menurutku, yang paling merepotkan adalah tipe pertama, mereka menutupi rasa sakitnya agar tidak ada yang khawatir, tapi karena terlalu lama dipendam, justru akan merepotkan orang sekitar karena saat ketahuan penyakit itu sudah terlalu parah. Sedangkan yang kedua, mereka akan langsung mengatakan rasa sakitnya dan bisa segera ditangani dengan lebih cepat dan itu tidak akan terlalu mengkhawatirkan orang sekitarnya. Eh aku bukan berbicara tentang kesehatan mental loh ya? Kalau masalah itu mah beda lagi urusannya." Gadis mungil itu terkekeh kecil sembari menggoreskan kuasnya ke kain. Matanya yang sendu tampak fokus pada kain mori yang telah ia beri malam atau lilin sebagai penghalang agar warna yang ia torehkan ke kain tidak keluar dari jalurnya. Dokter muda yang dari tadi duduk di sebelahnya untuk menemani dan mendengarkan ocehan-ocehannya itu tersenyum lembut, senyum yang sangat jarang ia tunjukkan kepada orang lain-yang hanya dia tunjukkan kepada gadisnya. Dia menyelipkan rambut yang menutupi wajah gadis pujaannya itu ke telinganya. Sungguh, dia mendambakannya, setiap malam berdoa untuknya, agar hari esok segera datang supaya dia bisa bertemu kekasih hatinya.
All Rights Reserved
#136
pedesaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Muda Genius
  • Bangsal Terakhir (End)
  • Doctor's Angel
  • Everything
  • Antara Mimpi, Cinta, dan Harapan (SELESAI)
  • Simbiosis Mutualisme
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Ketukan Takdir

Adrian bukan dokter biasa. Di balik wajah tenangnya, tersimpan luka lama dan janji masa kecil-janji untuk menyelamatkan nyawa meski harus melawan sistem. Sebagai dokter muda jenius yang kerap menggunakan metode tak lazim, Adrian menjadi sorotan di rumah sakit. Keberaniannya membuatnya dicintai banyak pasien... sekaligus dibenci para dokter senior. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu Aira, rekan dokter yang cerdas dan penuh empati. Di tengah konspirasi, persaingan, dan dilema etika, benih cinta tumbuh-tapi juga menjadi ancaman. Bagaimana Adrian menghadapi tekanan dari atasannya, dilema profesi, dan perasaan yang tumbuh diam-diam? Dan... akankah ia bisa menyelamatkan satu pasien kecil yang dianggap tak tertolong, ketika semua orang telah menyerah? Sebuah kisah tentang idealisme, cinta diam-diam, dan keberanian untuk melawan arus demi satu nyawa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines