Jendela Cinta

Jendela Cinta

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 17, 2023
Lef sangat menyukai langit, setiap saat matanya selalu menangkap langit langit indah yang kemudian disimpan dalam memori ingatannya. Suatu saat seorang anak perempuan hadir dihadapannya dan memberinya sebuah kamera, namun kamera itu bukan kamera biasa, setiap kali Lef memotret langit, muncul sebuah jendela dihadapannya. Lef yang penasaran mengintip pemandangan apa yang ada didalam jendela yang melayang tersebut. Alangkah kagetnya, Lef menemukan sosok perempuan cantik yang tinggal disebuah kota yang jauh dari tempat tinggal Lef. Entah mengapa jendela anak perempuan itu terhubung dengan jendela yang dibuat oleh kamera Lef.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Kehidupan Di Balik Dunia Roh
  • GOLD
  • Silent Scars | Orine
  • Ravenwood's Last Omega
  • fantasi fairy (on going)
  • BUNGA KEMBALI
  • Hate Becomes Love [ Ondah ]
  • Latte

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

More details
WpActionLinkContent Guidelines