Suamiku Bocah Tengil [HYUCKREN°]

Suamiku Bocah Tengil [HYUCKREN°]

  • WpView
    Reads 8,250
  • WpVote
    Votes 667
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 24, 2023
WpInfo
Fanfic
NCT
"Bu jangan jutek gitu dong senyum dikit napa, mau gimana pun sekarang saya suami nya ibu" ucap Raffa kepada Zahra, perempuan yang dia nikahin beberapa jam yang lalu. Zahra yang mendengar ucapan raffa pun hanya memutar matanya malas. "Kalo bukan perjodohan ini mungkin saya tidak akan diposisi ini sekarang dan harus memiliki suami tengil seperti dirimu" mendengar perkataan yang keluar dari mulut wanita didepan nya pun membuat raffa terkekeh kecil. Entah kenapa dimata raffa dan telinga nya kini wajah dan perkataan zahra tersebut membuat dirinya gemes sendiri. "Tengil tengil gini pun saya bisa membuat ibu hamil anak loh bu" jawabannya dengan terkekeh geli dengan ucapan sendiri. Sedangkan wanita didepan nya pun dibuat terkejut dengan ucapan lelaki muda yang beberapa jam lalu tadi telah sah menjadi suami dirinya. -HYUCKREN-
All Rights Reserved
#65
chanren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • tentang sebuah rasa
  • Skripsi? || Markhyuck
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • The Young Marriage
  • Married With Senior (Selesai)
  • Imamku (SELESAI)

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines