Lelaki Yang Lain

Lelaki Yang Lain

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 19, 2024
"Ayo kita pergi dari sini." Kata-kata itu membisiki ku pada suatu saat, merayuku dengan segala godaannya, dan membuatku luluh. "Cinta adalah bentuk pengekangan yang baru," kataku, menyambut uluran tangan dari lelaki itu. Lelaki yang tiba-tiba saja hadir dalam kehidupanku, entah sejak kapan dan dari mana asalnya. Namun di tengah deraan kesakitan yang kurasakan, hanya lelaki itulah yang setia menemaniku. "Tinggalkan suamimu," bisiknya lagi, membujukku, memohon kepadaku. Namun di sisi lain, Ardian, teman masa kecilku menyadarkanku akan kenyataan, "Sadarkan dirimu, Anyelir! Lelaki itu tidak nyata!" Tidak, lelaki itu adalah hidupku, penyelamatku, mengapa kalian tidak menganggapnya ada? (Ps : ini adalah karya lamaku yang kubuat sekitar sepuluh tahun yang lalu dan kuposting ulang di sini)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • My favorite person
  • ELGITA  (TERBIT)
  • You're Mine
  • Mahligai Sunyi
  • Perempuan Bukan Makhluk Percobaan
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Mas! || ThomasKong✔
  • Semesta (offGun)

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines