Story cover for RAUNG by desiariaa
RAUNG
  • WpView
    Reads 1,018
  • WpVote
    Votes 177
  • WpPart
    Parts 75
  • WpView
    Reads 1,018
  • WpVote
    Votes 177
  • WpPart
    Parts 75
Complete, First published Oct 18, 2023
3 new parts
(COMPLETE) Namanya Raung.

Ia adalah sosok cowok yang dekat dengan angan. Tentu saja parasnya tampan, rupawan, dan menawan. Hidupnya diselimuti kekayaan, sehingga mau foya-foya pun ia tak segan. Ia bukan manusia dingin terlebih menakutkan, melainkan sosok yang bisa dengan siapa pun berteman.

Namun di balik kesempurnaan yang nyaris ada padanya, ia hanyalah seorang remaja normal pada umumnya. Yang merasakan marah, kecewa, bahagia, dan jatuh cinta.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add RAUNG to your library and receive updates
or
#684teen
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
E C L I P S E D  cover
The Time cover
THE END (on Going) cover
Levyalex cover
NANGGALA cover
Save Me (END) cover
Prince Nathaniel cover
AREEZ cover
OWNED BY CRUEL MAFIA  || END cover
Back cover

E C L I P S E D

45 parts Ongoing

Judul awal (VanderVictoria) Charlotte Victoria adalah lambang kesempurnaan dalam dunia yang tak pernah memberinya pilihan. Gadis anggun dari keluarga old money, hidup di balik dinding megah dan peraturan ketat sang ibu yang terobsesi pada status sosial. Ia tersenyum di depan publik, tapi hatinya diam-diam merindukan sesuatu yang nyata-sesuatu yang bebas. Lalu datanglah Evander Maverick. Ketua geng motor yang hidupnya berkebalikan dari Charlotte. Liar, bebas, tak terikat siapa pun atau apa pun. Dunia Evander dipenuhi suara mesin, luka lama, dan pilihan yang selalu ia buat sendiri, tanpa peduli benar atau salah. Charlotte dan Evander tidak seharusnya bertemu. Tapi semesta punya cara aneh mempertemukan dua dunia yang begitu berbeda-langit yang tenang dan jalanan yang gaduh. Dia sopan, dia brutal. Dia rapi, dia berantakan. Tapi di antara semua perbedaan itu, mereka mulai menemukan satu kesamaan: keinginan untuk bebas dari dunia yang membatasi mereka. Namun, cinta saja tak cukup. Apakah perasaan bisa melawan realita? Atau perbedaan akan jadi jurang yang terlalu dalam untuk dilompati?