Senyap
  • WpView
    Reads 5,249
  • WpVote
    Votes 398
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 12, 2024
Senja kala itu tampak indah. Garis-garis oranye membuat langit senantiasa bergelora meski dalam gelapnya malam. Dengan sambutan hangat di ruang keluarga mereka, senyum yang tidak terlihat guratan lelah, juga tawa yang mengudara. Di balik atap yang biasa-biasa saja, terdapat kenyamanan yang menenangkan jiwa. Senja masih tampak indah. Tetapi langit oranye yang ia suka bersembunyi di balik setiap garis mendung dengan bubung yang siap tumpah. Tidak ada sambutan hangat di ruang keluarga, tetapi masih dengan senyum yang sama tanpa adanya tawa. Langit senja hari itu bahkan lebih pekat dari malam yang setiap detiknya menjadi rahasia.
All Rights Reserved
#689
sicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dari Luka Untuk Tawa✓
  • LANGIT untuk SENJA [FINISHED]
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Langit Senja [end]
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Sandyakala [TAMAT]
  • Selimut yang Tak Cukup [SELESAI]
  • GLIMMER ✔
  • Sebelum Senja Tenggelam
  • Langit untuk Asa

Terimakasih luka ... Walau datangmu tak pernah jadi harap, Walau adamu selalu menjadi tangis, Tapi, berkatmu aku sadar ... Tak ada bahagia selagi kau belum terlihat. Jangan bersedih, luka ... Karena hadirmu adalah mutlak. Dan aku tak bisa menolak. Sebab, kau akan menjadi sumber, akan datangnya bahagia suatu hari nanti. Ya, masih nanti ... Entah kapan tepatnya. _Kenta Senjaya_ °°° Hidup di dunia itu selalu berdampingan. Seperti contohnya, tawa akan selalu berdampingan dengan luka. Jadi, jangan terlalu bahagia jika tak ingin terluka lebih banyak. Ini tentang kisah remaja 16 tahun yang selalu terlibat dengan drama kehidupan. Bangkit untuk jatuh, tertawa untuk menangis, bertemu untuk kehilangan, dan begitu seterusnya. Karena nyatanya Roda kehidupan akan terus berputar. Siap tak siap remaja 16 tahun ini harus tetap menghadapinya. Konflik kehidupan tak akan pernah berhenti jika nafas masih berhembus. plagiat silahkan minggat! Murni karya sendiri. Jangan lupa vote dan coment nya. Terimakasih untuk yang sudah berkenan mampir di cerita ini. Salam: Shinyaya ©2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines