Monster Running Back On The Field

Monster Running Back On The Field

  • WpView
    Reads 20,258
  • WpVote
    Votes 1,439
  • WpPart
    Parts 188
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 21, 2025
Dia memiliki fisik dan tubuh kaca yang sangat lemah. Namun, dia adalah seorang jenius sepak bola malang yang naik ke puncak hanya dengan akal sehat dan kecerdasan sepak bola. Bagaimana jika dia diberi keterampilan fisik dan motorik sebagai running back NFL papan atas? [Koreksi terjemahan dari RAW] Note: saya bukan die hard fan sepak bola, jadi tolong maklum jika ada kesalahan penamaan istilah dalam sepak bola
All Rights Reserved
#397
regresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Football: Master of Last Minute : " After Winter"
  • Di Balik Stage [Aeron X Kyou]
  • K E T O S [SU]
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐓𝐄𝐄𝐍𝐀𝐆𝐄 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 : A DARK THRILLER
  • Aku Legenda Real Madrid!
  • 𝗜 𝗖𝗮𝗻 𝗖𝗼𝗽𝘆 𝗔𝗹𝗹 𝗧𝗵𝗲 𝗦𝗸𝗶𝗹𝗹𝘀 🅴🅽🅳
  • Football:Master of the last minute
  • Sepak Bola: Menjadi Ayah Baptis Setan Merah
  • Istri Bocil Milik Sang CEO

Lanjutan Kisah Arghana. Football Master Of Last Minute. Berikut adalah kelanjutan cerita setelah Winter transfer di Wolfsburg Arc. Disclaimer: Semua nama karakter, kejadian, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Karakter-karakter yang terinspirasi dari individu nyata tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kehidupan atau kejadian yang sebenarnya. Kisah Arghana bersama timnas Indonesia, eksklusif hanya di: karyakarsa[dot]com/dudskii Football Master of Last Minute Terima kasih sudah membaca dan mendukung. Di dunia sepak bola, kekuatan dan kecepatan sering jadi ukuran utama. Tapi Arghana berbeda. Bukan yang tercepat, bukan yang terkuat-tapi punya sesuatu yang sulit dijelaskan: keistimewaan kognitif yang membuatnya memahami dan meniru permainan dengan cara yang tak biasa. Dari liga amatir hingga panggung profesional, dia menghadapi lebih dari sekadar lawan: ekspektasi, tekanan, dan keterbatasan tubuhnya. Sebagai pemain non-Eropa, dia tak hanya bertarung untuk tempat di tim, tapi juga membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar soal fisik-melainkan soal kecerdasan, insting, dan sentuhan seniman. Perlahan, langkah-langkahnya mulai menyentuh hal-hal di luar lapangan: manajemen, investasi, dan kelahiran klub-klub baru. Seberapa jauh keistimewaan ini bisa membawanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines