Garis Takdir Anastasya

Garis Takdir Anastasya

  • WpView
    Reads 2,690
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Feb 15, 2025
"Right person itu benar adanya ternyata dan kita pasti akan bertemu dengan seseorang itu. Seseorang yang benar benar pas untuk kita" Anastasya tersenyum hangat ke arah Azzam "Ketika orang lain memandang aku sebagai laki laki yang bisa melakukan semuanya sendiri, mereka memandang ku sebagai laki laki yang independent yang tidak butuh siapapun. Percayalah, didepanmu aku akan menjadi laki laki yang paling tidak bisa hidup tanpamu. Bahkan perkara menentukan makan malam dan baju pun aku kerap kali bertanya kepadamu. Didepanmu aku akan menjadi laki laki seutuhnya yang butuh sandaran dan butuh belaian kasih sayang darimu Ya Humaira" Jawab Azzam seraya membelai lembut pipi Anastasya yang tengah bersemu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Astagfirullah, Alzam! (End)
  • Assalamualaikum Cinta
  • Kamu Adalah Kenangan (Mengenalmu) TAMAT SEASON 1
  • PERJUANGAN DOA[END]
  • Qiyamah Senja-completed
  • Perjodohan Berakhir Cinta
  • HALOALKANA
  • ASA (Lengkap/TERBIT)

⚠️17+ (Berisi kata-kata kasar, harap bijak!) Spin of Bukan Cerminan [Religi - Teenfiction] Apa yang terlintas dalam benakmu, ketika mendengar nama, Alzam? Seseorang yang soleh? Tekun beribadah atau seseorang yang berwawasan luas? Tetapi, bagaimana jika Alzam yang satu ini berbeda? Remaja tampan serta putra sulung dari Mudir pesantren Ar-Rahman yang berkelakuan sebaliknya dari sang Ayah, seorang ustaz yang berbudi pekerti baik dan berpendidikan tinggi. Alzam yang susah diatur, berbuat semaunya dan hampir setiap malamnya, ia habiskan untuk balapan liar bersama teman-teman sekolahnya. Sebut saja Si bad boy pesantren. "Gue bakal coba berubah lebih baik demi lu," ucap Alzam menatap sungguh-sungguh pada manik hitam gadis berhijab biru di hadapannya itu. Gadis itu terkekeh singkat sebelum menatap balik netra segelap malam yang menatapnya penuh harap. "Berubah kok demi orang lain, demi diri sendiri dong ... biar keren!" Gadis itu melangkah meninggalkan Alzam yang terpaku di tempatnya. "Shit!" "Biasanya cewek, kalo ada cowok yang mau berubah demi dia, pasti seneng. Lah, ini? Serba salah gue, argh!!" Alzam mengacak rambutnya frustasi. ••• Start ; 11-Des-22. Finish; -

More details
WpActionLinkContent Guidelines