Salam Terindah

Salam Terindah

  • WpView
    Reads 2,228
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Thu, Oct 10, 2024
Barra." "Hm." "Tolong sabar sedikit lagi ya." "Buat?" "Aku tahu kamu nggak nyaman denganku, aku tahu aku cuma pengganggu buat kamu, aku tahu kamu risih, kamu malu dan benci sama cewek yang pecicilan kaya aku," "Terus?" "Aku-" Nyala terdiam ia ragu untuk mengatakan isi pikirannya itu. "Aku akan berusaha buat ngilangin rasa suka aku ke kamu." sambung Nyala dengan memejamkan mata. Sementara Barra nampak mengerutkan kedua alisnya. "Kenapa?" tanyanya kemudian. "Apa?" Nyala terkejut dengan jawaban Barra "Apa, Kamu tidak ingin aku berhenti mencintaimu?" Senyuman Nyala mengembang begitu lebar disertai mata berbinar senang. "Kenapa nggak berhenti dari dulu." sambung Barra tentu saja ucapan Barra itu membuat semburat kecewa di wajah Nyala.
All Rights Reserved
#35
babboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ISTRI GEN -Z
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Disguise... [END]
  • Bad Papa
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Kami yang Berdosa
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)

"Istri Gen Z" bercerita tentang perjodohan antara Drazel Atharazka Mahardika, pria dewasa berusia 25 tahun yang sukses, dingin, dan penuh gengsi, dengan Naylea Adzra Fatharani, seorang siswi SMA kelas 3 yang ceria, manja, dan masih menikmati masa mudanya. Drazel sudah terbiasa hidup di bawah tekanan sebagai pewaris bisnis keluarga. Dia serius, perfeksionis, dan tidak punya waktu untuk hal-hal yang dianggapnya kekanak-kanakan. Sementara itu, Naylea adalah cewek Gen Z yang lincah, ekspresif, dan nggak bisa diam. Ketika orang tua mereka mengatur perjodohan ini, dunia Drazel yang selama ini tertata rapi mendadak berubah. Naylea yang masih polos dan suka bercanda harus menghadapi pria yang dingin dan susah didekati. Sementara Drazel harus belajar menghadapi istri yang banyak tingkah, sering protes, dan hobi bikin dia kesel. Apakah perbedaan mereka akan jadi masalah, atau justru lambat laun mendekatkan mereka? --- (Saat pertama kali bertemu setelah perjodohan diumumkan.) Naylea: "Eh, serius nih? Aku dijodohin sama om-om?" Drazel: "Om-om?" (Mata melotot, tangan mengepal, urat kesabaran mulai menipis.) Naylea: (Nyengir iseng) "Eh iya sih, nggak tua banget... tapi tetap aja, 25 tahun itu beda jauh sama aku yang masih 18!" Drazel: (Menghela napas panjang) "Dengerin, aku nggak ada waktu buat drama. Kita jalani ini seperti yang diinginkan orang tua kita, dan tolong jangan banyak tingkah." Naylea: (Menyilangkan tangan, bibir manyun) "Ih, kok galak banget, sih? Gimana mau jadi suami idaman kalau juteknya kayak gini?" Drazel: (Mendelik tajam) "Aku nggak butuh jadi suami idaman. Aku cuma butuh kamu nggak bikin masalah." Naylea: (Nyengir lagi, jahil) "Tenang aja, aku bakal bikin hidup kamu seru!" ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines