Mereka Bilang, Aku Gila

Mereka Bilang, Aku Gila

  • WpView
    GELESEN 26
  • WpVote
    Stimmen 4
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Okt. 20, 2023
"Ada racun di makananmu, Sya." "Benar, ibumu menaruh racun di sana." "Tidak mungkin ibumu melakukan itu, Sya. Tidak ada racun di sana." "Buang saja makanan itu. Tapi, ya semua terserah kamu, sih." "Iya buang saja, nanti kamu mati kalau makan racun itu." "Tidak, Sya, ayo makan saja. Kasihan ibumu sudah menyiapkan makanan itu sejak Subuh." "Buang saja, Sya, makanan itu beracun." "Iya, buang saja!" Syakia menutup kedua telinganya, tapi suara-suara itu masih bisa ia dengar dengan jelas. Dialihkannya pandangan ke sekeliling, jelas-jelas ia hanya sendirian. Ia beranjak dari kursi dan membuka jendela, tak ditemukannya orang lain.
Alle Rechte vorbehalten
#628
teenlit
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Miracle of Survival [END]
  • HALAI-BALAI | Antagonist Husband LENGKAP (SELESAI) TERBIT
  • Benci Raka Cakrawala || TERBIT
  • Regards, Natashira (END)
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • Aura dan Lingkaran Setan
  • CERNINDRA [On Going]
  • DIVIDED LOVE
  • Sereia's Harem [End]

"Bahagia? Bahkan aku terlalu takut buat mikirin hari esok." Ucapannya lirih, tapi cukup menusuk di antara dinginnya malam. Matanya kosong, seolah raganya hadir di sana, tapi pikirannya tersesat entah ke mana. Sejak kecil, hidup tak pernah memberinya ruang untuk bernapas lega. Bahagia hanya terdengar indah di kepala orang lain, tapi tak pernah nyata dalam hidupnya. Terlalu banyak kehilangan, terlalu banyak luka, sampai ia kebal-bahkan pada harapan. Suara-suara yang tak bisa ia hentikan, bayangan-bayangan yang tak bisa ia usir; skizofrenia mengurungnya dalam dunia yang tak dipahami siapa pun, bahkan dirinya sendiri. Hari esok? Baginya, lebih menakutkan dari hari ini. Karena esok hanya menuntut satu hal: "Masih kuat, nggak?"

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien