Never Stop Obsessing

Never Stop Obsessing

  • WpView
    Reads 46,804
  • WpVote
    Votes 2,564
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 19, 2025
Seorang gadis, dengan segala rasa sakitnya. Berjuang sendiri melawan trauma dan terus berdiri tanpa tumpuan untuk sang adik yang jatuh sakit dirumah sakit. Hingga pada akhirnya ia diusir dari rumah keluarga angkatnya. ~~~~~~~~~~~ Tengah malam yang sunyi dan sepi, gadis dengan rambut hitam legam tersebut terus berlari. Hingga ia dibatas kekuatan tubuh nya. Ia berlari sempoyongan. Matanya memburam dan kaki yang melemas. Samar-samar ia melihat 5 orang yang berjalan menuju ke arahnya. Mungkin mereka bisa membantu. "To--tolong, tolongin gue" suara yang semakin melemah hingga ia jatuh tak sadarkan diri di pelukan orang tersebut. "Cantik" "Dia milikku" "Tidak! Dia milikku!" "Dia milikku, dia yang duluan jatuh pingsan di dada gue" "Dia milik kita" Suara yang terakhir, Membuat mereka mengangguk setuju. Tak ada salahnya menengahi pertengkaran kan. ⚠️ Disarankan untuk membaca Versi pertama yaitu Red Crystal Blood⚠️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku adalah adik tiri protagonis pria
  • Red Crystal Blood
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • Two Sadistic Side (POST ULANG)
  • DARK ROMANCE DANGER: kumpulan cerpen one-shot [21+]
  • Silent Obsession
  • 𝐃𝐫𝐚𝐦𝐚𝐭𝐢𝐜 𝐈𝐫𝐨𝐧𝐲 ✔️

⚠ Warning: obsession, possessive, harem. "Sudah kerja keras bagai kuda, tapi susah kaya." Sepertinya istilah itu cocok dengan kondisinya saat ini. Setiap hari, ia selalu lembur demi mendapatkan gaji yang tak seberapa. Gadis itu menggeram frustrasi, menyumpah serapah kehidupannya yang selalu sial. Hingga tiba-tiba, cara kerja otaknya yang tidak bisa berpikir jernih membuatnya mengambil beberapa kapsul obat tidur dan langsung menegaknya tanpa bantuan air. Mulut gadis itu berbuih beberapa menit kemudian, dan kepalanya terjatuh di atas meja, kehilangan kesadarannya. Namun, sepertinya ia tidak diizinkan untuk mati begitu saja. Jiwanya malah terdampar di dalam novel fiksi remaja yang ia baca beberapa hari yang lalu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines