Never Stop Obsessing

Never Stop Obsessing

  • WpView
    Reads 46,828
  • WpVote
    Votes 2,564
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 19, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang gadis, dengan segala rasa sakitnya. Berjuang sendiri melawan trauma dan terus berdiri tanpa tumpuan untuk sang adik yang jatuh sakit dirumah sakit. Hingga pada akhirnya ia diusir dari rumah keluarga angkatnya. ~~~~~~~~~~~ Tengah malam yang sunyi dan sepi, gadis dengan rambut hitam legam tersebut terus berlari. Hingga ia dibatas kekuatan tubuh nya. Ia berlari sempoyongan. Matanya memburam dan kaki yang melemas. Samar-samar ia melihat 5 orang yang berjalan menuju ke arahnya. Mungkin mereka bisa membantu. "To--tolong, tolongin gue" suara yang semakin melemah hingga ia jatuh tak sadarkan diri di pelukan orang tersebut. "Cantik" "Dia milikku" "Tidak! Dia milikku!" "Dia milikku, dia yang duluan jatuh pingsan di dada gue" "Dia milik kita" Suara yang terakhir, Membuat mereka mengangguk setuju. Tak ada salahnya menengahi pertengkaran kan. ⚠️ Disarankan untuk membaca Versi pertama yaitu Red Crystal Blood⚠️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GRAX || Blue Hester (Revisi)
  • Aku adalah adik tiri protagonis pria
  • My Eyes On You
  • Little Fireflies
  • Red Crystal Blood
  • ALTEZZA
  • Bad Fade

Penipu gila yang manipulatif. Pemilik memori fotografis yang licik. Pria kelam dengan dunia monokromatik. Si angkuh yang disegani karena sorot gelap dominannya. Graxtavon Zacry. Dalam arsitektur pikirannya yang presisi, tidak ada ruang untuk anomali. Tidak ada ruang untuk irasionalitas. Apalagi entitas yang tidak terdaftar dalam logikanya. Dan Rully, adalah error sistem pertama. Bunga tidur yang mulai Grax nantikan setiap malamnya. Menciptakan candu melebihi nikotin favoritnya. Lebih menggoda dibanding arak manapun. Pemilik manik teduh yang merenggut atensinya. Sialnya, itu adalah variabel termanis yang berhasil memaksa keangkuhannya tunduk. ________ Grax menyelipkan jemari besarnya pada sela-sela rambut Rully. Menekan kepala gadis itu untuk semakin merapat. Menciptakan dekapan yang erat dan dalam, menuntut kepemilikan absolut. "I hate you, Rully!" bisiknya rendah, memaksa oktaf suaranya jatuh ke nada paling dalam. Dia menyembunyikan wajah pada helaian rambut Rully. Mencari konsistensi dalam kehadiran yang mustahil ia verifikasi. Berharap semuanya akan terus seperti ini. . . . ⚠️Romance-Fantasy-Angst-Psychological TERIMAKASIH DAN SELAMAT MEMBACA 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines