Story cover for MELALUI KAMU by bebiesbluee
MELALUI KAMU
  • WpView
    Leituras 27
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 3
  • WpView
    Leituras 27
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 3
Em andamento, Primeira publicação em out 21, 2023
Bagaimana rasanya hidup bersama tiga pria tampan? Kau sangat beruntung, sungguh membuat iri. Hidup dengan keindahan itu, sungguh suatu keistimewaan.

Bagaimana kau bisa tinggal bersama mereka? Apa kau sudah mengacaukannya? 
Bisakah kau memberi aku nomor teleponnya?

Itu hanya sedikit dari apa yang harus aku hadapi sejak anak-anak Hidalgo tumbuh besar dan menjadi mimpi basah setiap gadis di sekitar sini. Artemis, Ares dan Apollo Hidalgo bertanggung jawab atas banyak desahan gadis-gadis di jalanan dan dengan siapa aku dibesarkan meskipun kami bukan keluarga. Banyak orang mengira aku beruntung, tapi mereka salah menilai hidupku, mereka tidak tahu kisahku, tidak semuanya indah dalam kehidupan gadis sepertiku.

Tidak ada yang begitu mudah dan sederhana dalam kehidupan orang sepertiku.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar MELALUI KAMU à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 7
[COMPLETED] 7 Days cover
Di Atas Kasta cover
Ketika Aku Mencintaimu. cover
Caramel Maskiato - END (KaryaKarsa) cover
POINT OF VIEW [End] cover
Di Balik Kacamata [END] cover
Oddly Coupley (Complete) cover

[COMPLETED] 7 Days

23 capítulos Concluída Maduro

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.