Sebuah untaian takdir telah terjalin antara tiga giok Dinasti Qin. Hubungan antara cinta, politik dan dendam menjadi satu dalam benang merah takdir.
Hubungan yang penuh akan sandiwara dan penghianatan mengharuskan mereka untuk terus menyimpan sebilah pisau dari sebuah senyuman. Menyamankan diri dalam kebohongan yang semakin lama terasa semakin nyata.
Kini saatnya sang maha kaisar menepati janjinya untuk melepas salah satu dari dua permaisurinya.
"Karena bukan lagi cinta dalam matamu, melainkan sebilah pisau yang siap menusukku kapan saja"
"Kau benar, aku juga istri Wangyi aku berhak mencintainya sebagaimana seorang istri mencintai suaminya"
40 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
40 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Erwachseneninhalt
Di balik gemerlapnya istana dan takhta yang menjanjikan kemuliaan, Pangeran Xian hidup dalam kesepian yang tak terungkap. Sebagai pewaris kerajaan, ia terikat oleh takdir yang bukan miliknya sendiri-takdir yang menuntut kesetiaan pada negara, bukan pada perasaannya. Namun, di tengah kebekuan dunia bangsawan, satu-satunya kehangatan yang ia temukan adalah sosok Jenderal Li Ying, pria yang telah berulang kali mempertaruhkan nyawanya demi dirinya.
Di medan perang, mereka bertarung bahu-membahu. Di balik tirai malam, mereka berbagi rahasia dan kerinduan yang tak terucapkan. Namun, cinta mereka adalah cinta yang tak boleh ada-sebuah noda dalam kitab suci kerajaan yang hanya mengenal pernikahan sebagai alat politik, bukan sebagai penyatuan dua hati.
Ketika perintah pernikahan kerajaan dijatuhkan, dunia yang mereka bangun dalam diam mulai runtuh. Jenderal Li Ying, yang lebih memilih mati daripada hidup tanpa kehormatan, memutuskan mengakhiri segalanya dengan pedangnya sendiri. Sementara Pangeran Xian, dalam ke