Garis-Garis Toxic

Garis-Garis Toxic

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 22, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Terlalu peduli dengan perasaan orang lain yang bahkan tak mengerti tulus melainkan busuk, pun hanya mementingkan tujuan pribadi semata. Semua terlihat jelas, saat cowok di nilai baik namun di buka oleh Tuhan akan kebusukan sikapnya selama ini di sembunyikan. Toxic parah di tambah drama playing victim ibunya, semakin buat gadis itu tersudutkan dalam rumah; tak mendapati pembelaan sedikit pun. "Kenapa tidak jujur saja?" Sempat adik sepupunya kasih saran. Namun, "buat apa menjelaskan sesuatu, yang bahkan mereka lebih terlanjur makan stigma negatif pelaku utama?" Dia pun menantang balik. Bosan. Di salah kan terus menerus, "Adira.. Ayok berkunjung ke sini?" Tetiba saja, kota imajinasi memanggil. []
All Rights Reserved
#13
matre
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Keep Your Smile
  • ATHARA - Ketika Kebahagianmu Menjadi Tujuan Terakhirku -
  • Fase dalam Lingkaran [Selesai]
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • My Tetangga My Friend [LENGKAP]
  • ALVIVA (END)
  • Rintik Hujan
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂
  • Factory Romance
  • Always, Almost

Aluna, satu dari sekian banyaknya mahasiswi yang merasakan pahit-asamnya kehidupan perkuliahan. Tingkat kenormalannya jauh di bawah rata-rata namun masih memiliki sekian nol persen kesadaran bersama rekan-rekannya. Berimpian mulia ingin pergi umroh dari kupon kuaci yang sering ia beli meski tak pernah memakannya. Sayang, impian mulianya itu harus tergeser paksa akan suatu keadaan mendesak yang tak begitu penting. "Saya beri waktu kamu sebanyak yang kamu mau." Sumpah, padahal ia sudah berusaha mendorong orang itu sekuat tenaga. Tapi, apakah amarah itu bisa membuat kekuatan seseorang meningkat? "Bahkan sampai ajal menjemput?" Kenapa susah sekali melepas genggaman tangannya? Apalagi posisi keduanya cukup berbahaya, salah-salah bisa membuat orang salah paham ketika melihatnya. "Tidak selama itu, pertimbangkan dengan matang." Aluna menyeringai, sebelum pernyataan dan ancaman itu sudah bercampur, ia harus melakukan sesuatu yang lain. "Jawaban itu pasti akan datang dan akan sangat memuaskan anda. Tapi, jika saya juga merasakan hal yang sama." "Baiklah, mari kita lihat ke depannya." Start : Agustus20 Finish : 14 Maret21

More details
WpActionLinkContent Guidelines