Monolog Arumi

Monolog Arumi

  • WpView
    OKUNANLAR 86
  • WpVote
    Oylar 30
  • WpPart
    Bölümler 7
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cts, Kas 11, 2023
Tidak bisakah kehidupan sesederhana itu? Sesederhana saling menjaga dan tidak berkhianat. Rumah yang menjadi tempat pulang justru membuatnya mendefinisikan cinta seolah sebuah fase menuju terluka. Arumi takut untuk jatuh dalam rasa itu. Namun, suatu ketika seorang lelaki dengan kata berandalan yang tersemat dalam dirinya datang menawarkan kebahagiaan dan meyakinkan cinta tidak seperti yang dirinya lihat. Haruskah Arumi percaya, bahkan di saat tidak ada kebaikan yang terdengar tentang lelaki itu?
Tüm hakları saklıdır
#338
berandalan
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Eliinaa
  • RAKA [Completed] ✓
  • Dua Rasa [ END ]
  • DEAR BENGGALA
  • Marakarma
  • WUNDE ( Selesai )
  • ALUNA
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Puing luka
  • MARSELANA
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi