ZION  (HIATUS)

ZION (HIATUS)

  • WpView
    LECTURAS 321
  • WpVote
    Votos 135
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, oct 31, 2023
"Aku, Usha Aiba bersumpah dengan menetesnya darah ini, jika Ayah menikah lagi! Aku bukan anak Ayah dan semua aset perusahaan dan harta warisan akan berbalik nama menjadi Usha Aiba! Bukan lagi atas nama Donald Muller ataupun Yolanda Quinn!" ucap Aiba lantang. *** "Siapa kau yang berani menyakiti wanitaku! Sebelum aku menemukanmu, nikmatilah hidupmu dengan bebas. Karena, di saat aku sudah menemukanmu, di situlah waktumu sudah habis!" ~Zion Beckham~
Todos los derechos reservados
#238
zee
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Menikah, Karena Tak Sengaja Hamil
  • Unconscious Love✔️
  • YILDIZ [TAMAT]
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Salju Pertama di New York
  • Love Me, Please! [Sudah Terbit]
  • Transmigrasi Alvina - Afany (Masa Revisi) [Hiatus]
  • I HATE YOU KOMANDAN!!! {END} ✓
  • Iqbaal - IDR

CERITA INI SUDAH PINDAH KE DREAME "Mencintaimu--lelaki yang nyaris sempurna di mata dunia--adalah kesalahan paling indah sekaligus paling menyakitkan dalam hidupku. Cintaku padamu tulus, tapi aku tahu batas. Aku tak pernah memaksamu tinggal, apalagi memilikkanku sepenuhnya. Namun dari kesalahan yang kaulakukan, Tuhan menitipkan sebuah nyawa di rahimku. Ia tak mengerti apa pun tentang dosa, tak tahu apa-apa tentang penolakan. Jika hatimu tak mampu menerimaku, aku rela pergi. Jika cintamu bukan untukku, aku ikhlas melepaskan. Bahkan aku siap berpisah saat anakku lahir nanti, asalkan kamu bisa bahagia bersama wanita itu. Aku hanya memohon satu hal--jangan benci dia. Sayangilah darah dagingmu, meski hanya seujung rasa." -- Keira "Bagiku, wanita itu hanyalah beban. Aku lelah pada keluarganya yang tak pernah berhenti meminta. Aku tahu kehamilan itu bukan sepenuhnya kesalahannya, namun tetap saja aku membencinya. Karena dari rahimnya tumbuh sesuatu yang mengancam masa depanku. Seharusnya nyawa itu tak pernah ada. Seharusnya semuanya selesai sebelum aku harus memilih antara tanggung jawab dan kebebasan." -- Nathan

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido