Cinta Tak Sengaja [ On Going ]

Cinta Tak Sengaja [ On Going ]

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 22, 2023
[ Hai gaes aku bikin cerita nih ! ] [ jangan lupa di follow dulu ] [ GAK BOLEH COPY YAH ] Cinta itu rumit yah ? Terkadang di saat lagi rindu dan sayan sayang nya dia malah pergi. Ini tentang 2 insan yang di pertemukan oleh ke tidak sengajaan. Tentang perempuan bernama keeyara salendra seorang perempuan si suka pembaca buku novel , si perempuan yang keras kepala dan pelupa. Namun di salah satu momen di mana ia ingin membeli buku novel baru , hujan turun bengguyur kota bandung namun tak di sangka ia bertemu dengan seorang lelaki yang memberi nya sebuah payung , tatapan mata mereka beradu mata hitam pekat lelaki itu seperti menghipnotis mata coklat nya . Kaivandra reynald , pria yang tak sengaja bertemu dengan perempuan yang menurut nya unik , pria yang menawarkan payung ke pada perempuan itu. Bagaimana kelanjutannya ? Baca dulu dong :( Jangan lupa follow buat lihat up
All Rights Reserved
#70
romanse
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Romantice Boyfriend (End)
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • This City
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • Lovesick | Terbit 17 Feb 2020 |
  • OMG, i really liked him
  • KenZian [END]
  • destroyed °||on going||°

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

More details
WpActionLinkContent Guidelines