Hujan turun begitu lebat, seakan mencoba menghapus jejak -jejak sang pendosa
Malam ini tepat tengah malam seorang wanita berhasil melahirkan seorang bayi mungil berjenis kelamin laki-laki sendirian di pinggiran hutan, seakan hujan juga ingin menghapus jejak pendosa itu.
" Maafkan aku, aku terpaksa tidak ada yang menginginkan dan mengharapkan kehadiran mu begitu pun dengan ku " ucapnya lirih, lalu pergi begitu saja dengan mobilnya yang ada tidak jauh dari lokasi dia melahirkan bayi mungil itu.
Hujan yang semakin deras mengguyur hutan tempat bayi mungil itu di tinggalkan sendirian oleng ibu kandungnya sendiri.
Titik, demi titik hujan membasahi kain yang membungkus tubuh mungil bayi yang di tinggalkan kini semakin basah oleh hujan.
Perlahan kulit yang membiru kini mulai menunjukkan kehidupan Yang sempat hilang, Tangisan dari seorang bayi mungil yang terbungkus kain yang sudah basah, pun terdengar sangat pilu di telinga .
"(Dimana aku , bukanya aku sudah mati) " ucap bayinya, tapi yang terdengar cuma tangitan bayi
'memproses data... 🔁 ' ucap kaku sistem
'Selamat datang tuan rumah di dunia novel , saya sistem S yang akan menemani anda di dunia ini ' ucap sistem yang kini tengah melayang - layang di udara
" (Matikan aku ) "
'tuan rumah ,tidak tuan senang mendapatkan kehidupan kedua '
ucap sistem yang melayang -layang
"( Matikan aku , kehidupan kedua yang kau bicarakan seperti siksaan baru untuk ku) "
' Tuan ╥﹏╥ rumah ' rasanya sistem S ingin menangis mendengar tuannya .
Lalu menghilang begitu saja , saat mendengar langkah kaki mendekat .
"( Dia menghilang , dahlah .) " ucap batinya dan memejamkan mata dan fasrah.
All Rights Reserved