IMAGINATION

IMAGINATION

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 23, 2024
Tentang dia yang hanya bisa berimajinasi dia yg berimajinasi bisa memiliki seseorang yg dia dambakan,seseorang yang dia anggap berbeda ternyata menorehkan berjuta juta luka dihatinya,dia adalah gadis yang tumbuh bersama rasa sakit dan trauma yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dia yang hanya mengharapkan kebahagian dan balasan dari rasa sakitnya dg kejutan semesta yang tak terduga dengan hadirnya seorang penjaga hatinya ,laki-laki yang cintanya lebih besar dari dia,bahkan berkali kali mendapatkan penolakan dari sang gadis. Inilah perjalanan kisah dari gadis si pecinta sandykala "gasemua luka bisa sembuh karna waktu,justru banyak luka yang akan tetap terlihat menyakitkan meskipun berjalannya waktu".Calya tambelina risyera "Ayo sembuh bersama."Arangga Rakhsan Nabastala
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • DANADYAKSA
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Saat Semua Sudah Terjadi Dan Penyesalan Datang Terlambat [END]
  • Hilang
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • To Heal
  • Aluka (Proses Penerbitan)

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines