J3 [TERBIT]

J3 [TERBIT]

  • WpView
    Reads 3,396
  • WpVote
    Votes 224
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 25, 2023
Juan Kafka Bagaskara, Juwita Veronica Bagaskara, dan Jelita Kinandita Bagaskara merupakan tiga bersaudara dari pernikahan Bram dan Nirmala. Mereka hidup di keluarga Bagaskara yang bahagia, dengan Juan sebagai Sulung, Juwita sebagai Si Tengah, dan Jelita sebagai Si Bungsu. Kehidupan mereka seketika berubah ketika Juwita anak kedua memasuki sekolah SMA. Mulai beranjak menjadi seorang remaja membuat Juwita ingin merasakan kehidupan yang lebih bebas. Semua dimulai saat Juwita meminta Juan untuk sengaja tidak mengenalinya di sekolah sebagai saudara kandung. Meski begitu, Juan sebagai anak tertua tetap meprotektif Juwita. Hal, itu justru membuat Juwita merasa tidak suka. Dia mulai merasa jika Juan terlalu berlebihan sebagai seorang Abang. Alasan itulah yang membuat mereka berdua tidak akur hingga Jelita sebagai anak Bungsu mulai merasa kesepian dan kehilangan peran seorang Abang dan seorang Kakak. Lantas mampukah mereka mengerti peran satu sama lain untuk memperbaiki hubungan mereka?
All Rights Reserved
#495
bungsu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • DANADYAKSA
  • Rumah?
  • Kemana Arah Pulang?
  • Tumbuh dengan Luka [END]
  • Bukan Cerita Kita
  • Living with Brothers  [TAMAT]�✓
  • Steffan Javis ( TERBIT )
  • LOVE INTO PANDORA BOX [ SUDAH TERBIT ]
  • Melankolia [SEDANG DIREVISI]

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines